3 Alternatif Pembalut Aman Untuk Wanita

By MomaLiza - 18.22.00




Mom, pernah dengar atau baca berita tentang meningkatnya volume impor limbah ke tanah air belakangan ini? Bermacam-macam jenis limbah. Dari limbah kertas, plastik hingga pembalut! Yup, Pembalut! Tak terbayangkan ya jijiknya.

Memang sih,  limbah yang terangkut ke dalam negeri isinya campuran dan dalam prosesnya akan dipisahkan sesuai jenisnya. Dan akan diproses berdasarkan  kegunaannya. Termasuk limbah pembalut yang akan diproses melalui berbagai tahapan dan penanganan, hingga akhirnya bisa disulap menjadi bahan baku untuk berbagai benda lain seperti isi bantal, popok bayi atau pembalut wanita. Nah, dalam proses inilah  zat-zat yang berbahaya bagi tubuh digunakan. Salah satunya Klorin.

Klorin sendiri merupakan bahan yang digunakan sebagai pemutih, yang biasa digunakan untuk memutihkan kertas, pakaian dan lain-lain. Nah, pemanfaatan klorin yang berlebihan inilah yang membahayakan  bila  digunakan sebagai pemutih pada pembalut, karena bersentuhan langsung pada alat reproduksi wanita. 
Sebab klorin bersifat racun yang bisa memicu iritasi pada organ intim, juga bisa mengakibatkan kanker. Wajar bila  saja bila menimbulkan kecemasan para wanita yang dalam silus bulanannya memerlukan pembalut. Sayangnya, karena harganya ekonomis dan peredarannya luas, pembalut berklorin ini paling banyak digunakan masyarakat.

Termasuk saya. 
Itu sebelum saya tahu, bahwa pemerintah menerima impor sampah pembalut. Sekarang, saya mulai beralih ke pembalut non klorin. Emang ada? Ada kok. Dan tentu saja ini jauh lebih aman bagi alat reproduksi kita. 

Bagaimana cara aman menggunakan pembalut?

Mom, memang tidak mudah untuk membiasakan hidup sehat. Namun demi kesehatan reproduksi, tidak ada salahnya kita memilih pembalut yang tidak mengandung klorin.

Berikut beberapa alternatif pembalut yang aman bagi alat reproduksi wanita :

 1. Pembalut yang tidak termasuk ke dalam daftar YLKI 

Ada banyak ragam pembalut yang diproduksi pabrik, Mom bisa memilih salah satu di antara yang tidak termasuk ke dalam daftar pembalut berklorin yang dikeluarkan YLKI. Mungkin, Mom perlu meluangkan waktu untuk mencari produk-produk aman ini.

2. Pembalut herbal

Pembalut herbal ini cukup banyak dijual di pasaran. Selain di supermarket dan apotek, pembalut herbal ini bisa didapat melalui pemasaran online dan MLM.

Kelebihannya :

Selain aman, karena karena berbahan dasar yang bebas dari zat-zat yang berbahaya, pembalut ini juga berkhasiat sebagai obat khusus daerah wanita.
Mengurangi keputihan dan bau tak sedap.

Kelemahan :

Harganya relatif lebih mahal dari pembalut biasa.

3. Pembalut cuci ulang

Pembalut ini merupakan produk yang mulai dikembangkan oleh beberapa produsen diaper cuci ulang untuk bayi. Dilengkapi dengan celana yang tak tembus, diaper ini menjamin darah haid tidak tembus keluar.

Kelebihan :

Pembalut ini dibuat dengan bahan khusus yang membuat darah haid tidak mengalir keluar sehingga aman digunakan dalam berbagai kesempatan. Hanya perlu mengeluarkan anggaran besar satu kali,  pada saat membeli.

Kekurangan :

  • Sulit diperoleh, pembalut ini belum dijual secara luas dan belum dikenal masyarakat. Biasanya ditawarkan secara online bersamaan dengan produk popok cuci ulang untuk bayi.
  • Tidak praktis bila bepergian.
  • Memerlukan perlakuan khusus dalam hal mencuci, menjemur dan menyimpannya.
Bila, kesulitan mencari pembalut cuci ulang ini, mom bisa menggantikannya dengan handuk. Yup, handuk.
Handuk kecil yang bersih bisa mom  jadikan pembalut. Hal ini jelas lebih aman, ekonomis dan bisa Anda dapatkan dengan mudah.
Kelebihanlainnya, tentu lebih aman, ekonomis dan mudah didapat.

Tips Mencuci Pembalut Cuci Ulang

1.  Cucilah pembalut/handuk tersebut secara terpisah.
 Gunakan sabun mandi sisa/khusus untuk membersihkan noda yang cenderung membandel. Diamkan beberapa saat lalu cucilah hingga bersih.
2. Jemurlah pembalut pada tempat yang terkena cahaya matahari
Pada saat menjemur, sebisa mungkin pembalut terkena cahaya matahari. Selain untuk mempercepat proses pengeringan, juga untuk menghilangkan bakteri dan kuman yang terdapat pada pembalut/handuk tersebut.
3. Simpanlah di tempat yang kering, bersih dan tertutup.
Agar tidak terkena debu, kotoran dan kuman, Anda bisa menyediakan bagian khusus dalam lemari Anda untuk menyimpan pembalut/handuk tersebut, hingga kelak bisa langsung  digunakan pada saatnya.

Nah, Mom semoga artikel ini bermanfaat dan kita bisa lebih berhati-hati dan peduli menjaga kesehatan alat reproduksi kita. Di samping itu, dengan menggunakan pembalut yang aman ini, kita telah turut mengurangi limbah dalam negeri serta menjaga kelestarian alam.


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^