Jumat, 21 Desember 2018

Monde Boromon Cookies, Cemilan Untuk Tumbuh Kembang Si Picky Eater


Monde Boromon Cookies, cemilan imut yang baik untuk tumbuh kembang anak


Syahid, Si Nomor Tujuh ini memang beda. Sejak usia 5 bulan sudah mulai terlihat perkembangannya yang lebih lambat bila dibandingkan dengan saudara-saudaranya. Meski sama-sama lahir normal dan bobot sesuai standar (3.1 kg) ternyata Si Bontot ini jauh lebih santai dalam segala hal. Malas bergerak dan sangat pemilih ketika makan. Ia menjadi Si Picky Eater ketiga dalam keluarga kami.

Menghadapi anak picky eater ini susah-susah gampang. Percaya atau tidak, tapi itu kenyataannya. Bagian mudahnya, hanya dengan menyediakan menu yang ia sukai, pasti ia mau menyantap  makanannya. Persoalannya, mengajari anak-anak makan yang bervariasi menjadi kewajiban orang  tua, terutama ibu. Apalagi anak seusia Syahid sangat butuh makanan beragam untuk menunjang proses tumbuh kembangnya. Dan itu menjadi bagian tersulitnya.

Syahid tidak serta-merta menjadi anak picky eater. Sebetulnya, saat Syahid berusia 6 bulan, ia suka segala jenis makanan. Makanan apa saja yang disodorkan ke mulutnya, akan segera disantapnya dengan lahap. Hanya saja pada saat itulah terjadi kesalahan MPASI, yang berdampak besar pada perkembangan Syahid selanjutnya.
Jujur saja, hal ini menjadi penyesalan saya. 

Saya berharap  tulisan di blog ini, membantu Sahabat Moma menghindari kesalahan dalam memberikan MPASI pada buah hati, seperti yang telah saya lakukan.

Kesalahan yang umum terjadi saat memberikan MPASI :

1. Memberikan MPASI sebelum waktunya

Melihat bayi yang selalu tampak lapar kerap membuat orangtua tak sabar untuk memberikan MPASI pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan.
Apalagi bila mendengar saran nenek dan para tetangga yang bersemangat menceritakan betapa montoknya bayi yang diberi makanan tambahan berupa pisang atau nasi yang diulek dengan pisang. 

Sekadar saran saja, mungkin, tidak terlalu berpengaruh, tetapi bila sudah dibanding-bandingkan – dengan tingkat kenyinyiran yang mengguncang kewarasan -  tentunya tidak mengherankan bila para mama pun tergugah untuk segera memberikan MPASI pada bayi mungilnya.

2.Memberikan MPASI tidak sesuai dengan usia

Kesalahan ini umumnya terjadi bila bayi senang mencicipi berbagai rasa baru. Inilah yang terjadi pada Syahid. Ia selalu bersemangat dan meminta makanan yang tengah disantap orangtua dan saudara-saudaranya.

Menurut dokter yang saya temui saat membawa Syahid berobat, usus bayi itu sangat halus. Pemberian MPASI harus sesuai dengan usianya dan diberikan secara bertahap. Baik jumlah, frekuensi, jenis-jenis makanan yang aman untuk bayi.

Pemberian sayuran hijau pada bayi di bawah 1 tahun bisa merusak perkembangan usus halus, yang bisa mengakibatkan anak mudah mengalami diare.
Sementara pemberian buah-buahan atau makanan padat secara sembarang, bisa mengakibatkan sembelit pada bayi.

Inilah yang terjadi pada Syahid. Bisa dibaca selengkapnya di Kesalahan MPASI bisa berakibat fatal
Usianya baru 7 bulan ketika itu. Dan ia sudah mencicipi aneka buah-buahan dan makanan. Tidak sepenuhnya salah. Tetapi, karena tidak disajikan sesuai dengan umurnya, hal ini ternyata menyebabkan ia mengalami sembelit. Sembelit yang berkelanjutan – hingga sekarang di saat usianya 2 tahun.

Hingga akhirnya kami insyaf, dan mengikuti saran dokter untuk memberikan dua macam buah-buahan saja (pepaya dan alpukat) sampai ia bisa buang air secara normal.
Ketika Syahid tidak mau lagi mengkonsumsi pepaya dan alpukat juga bubur tim olahan, saya memberikannya bubur susu yang masih dikonsumsinya hingga kini.  Syahid pun perlahan menjadi picky eater.

3. Memberikan MPASI yang bersifat alergen pada bayi yang berpotensi mengidap alergi

Nah, ini dialami oleh dua orang kakak Syahid. Dulu, saya tidak tahu jika telur dan ikan laut mengakibatkan alergi pada bayi di bawah setahun (dengan riwayat orangtua ada yang mengidap alergi), khususnya alergi protein tinggi.

Tumbuh Kembang Yang Terhambat


Kesalahan dalam memberikan MPASI pada Syahid agaknya tidak hanya mengubahnya menjadi pemilih, namun juga membuat asupan makanan untuk tubuhnya kurang tercukupi. Mungkin ini menjadi salah satu penyebab terlambatnya perkembangan motorik Syahid. Ya, ia tertinggal jauh dari teman-teman seusianya.
 
Misalnya, ia baru bisa berguling-guling ketika berusia 7 bulan dan duduk sendiri saat usia setahun.   Saat usianya 2 tahun, ia masih belajar berjalan.
Begitu pula kemampuan bicaranya. 

Untuk mengejar kecukupan asupan gizi pada Syahid, selain memberikan makanan berupa bubur susu, saya pun berusaha memberikan tambahan makanan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan motoriknya. Salah satu makanan tambahan favorit Syahid adalah Monde Boromon Cookies.

Ini nih alasan saya memilih  Monde Boromon Cookies :

1. Meleleh saat terkena air liur

Cookies ini unik. Berbeda dengan cookies lainnya, Monde Boromon Cookies ini langsung meleleh bila terkena air liur. Syahid sangat menikmati sensasinya. Hal ini membuatnya meminta lagi dan lagi.

2. Melatih motorik yang ada di lidah dan mulut bayi

Rasa manis yang lembut yang berasal dari saripati kentang dan madu, juga gluten free membuat lidahnya belajar  mengenal rasa bentuk dan tekstur, serta membangkitkan kemampuan untuk makan. Hal ini juga akan membuat lidahnya menjadi lentur sehingga membantunya untuk belajar bicara.

3. Melatih motorik kasar

Bentuk Monde Boromon Cookies yang bulat dan kecil membuat Syahid tertarik untuk mengambil, memegang dengan jarinya serta langsung memasukkan ke mulut dengan mudah. Terkadang ia memindah-mindahkan cookies dan menganggapnya sebagai mainan yang bisa dimakan.

Ah, ibu mana tidak senang dan lega hatinya jika melihat buah hatinya menemukan makanan tambahan yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik dan motoriknya. Semoga kemampuan motorik Syahid makin berkembang. Terima kasih Monde Boromon Cookies!



2 komentar:

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^