Sabtu, 10 Maret 2018

7 Penyebab Utama Diare Pada Anak Yang Harus Diwaspadai



Waspadai 7 penyebab utama diare pada anak ( Foto : Fixabay)



Jika anak sakit demam, kita sering dilanda bingung kan? Sibuk bertanya-tanya di dalam hati, apa gerangan penyebabnya. Rasa bingung ini lantas berubah menjadi panik, ketika anak terserang diare. Itu yang sering saya rasakan.


Setelah mengalami kejadian yang cukup menimbulkan trauma, saya bersikap jauh lebih waspada saat anak terserang diare. Meski tergolong penyakit yang umum terjadi pada anak-anak, terutama usia di bawah tiga tahun, diare tergolong penyakit yang banyak menimbulkan korban jiwa.

Tak terbayang sedihnya bila harus kehilangan anak hanya karena diare. Hanya karena menganggap sepele penyakit yang sering dialami anak-anak. Agar lebih waspada, yuk kita perhatikan apa saja penyebab diare pada anak.

Apa sih penyebab diare pada anak?

Kita sering menganggap diare pada anak terjadi karena faktor makanan dan minuman yang tidak hiegenis saja. Padahal ada banyak penyebab diare yang sering dialami anak-anak.

1. Infeksi Virus

Selain melalui makanan dan minuman virus rota bisa masuk ke dalam tubuh anak-anak melalui udara. Daya tahan tubuh yang rendah menyebabkan virus ini bisa berkembang dan menyebabkan diare pada anak.
 

2. Infeksi Parasit

Parasit penyebab diare - seperti Giardia Lambilia dan Cripstosporadium- biasanya masuk ke dalam tubuh anak-anak melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi anak.

3. Infeksi Bakteri

Nah, umumnya, bakterilah yang seringkali menyebabkan anak terserang diare. Bakteri ini masuk melalui makanan dan minuman serta perlengkapan makan dan memasak yang yang tidak bersih. Contohnya bakteri Salmonella, Escheria Coli, Shigella dan Campylobacter 

4. Antibiotik

Yup, jangan salah, antibiotik yang dikonsumsi secara sembarangan tanpa resep dokter bisa menyebabkan diare lho, Bunda. Karena antibiotik yang diberikan justru mengganggu keseimbangan kerja bakteri baik yang berada dalam usus, sehingga terjadilah infeksi clostridium.

5. Alergi Susu

Alergi susu ini kerap terjadi pada anak-anak dan bayi. Hal ini terjadi karena organ pencernaan belum bisa mencerna laktosa dan gula yang terdapat dalam susu.
Buah yang banyak mengandung fruktosa.

Bunda, pada anak-anak tertentu, organ pencernaannya tidak sekuat anak-anak pada umumnya, pemberian buah yang banyak mengandung fruktosa tidak dapat dicerna olehnya sehingga mengakibatkan diare.

6. Mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pemanis dan pengawet buatan

Anak-anak yang peka terhadap pemanis dan pengawet buatan akan bereaksi secara khusus terhadap makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuhnya. Salah satunya adalah diare. 

7. Gemar memasukkan benda ke dalam mulut

Pada usia 5 bulan ke atas, bayi memiliki kebiasaan memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya. Ini merupakan salah satu cara bayi mengenali benda yang ditemukannya. Namun, kebiasaan ini bisa menyebabkan masuknya virus, bakteri dan parasit ke dalam tubuhnya. 

Kebiasaan ini tentu memerlukan pengawasan ketat dari orang dewasa yang ada di sekitarnya.

Hal-hal yang harus diperhatikan agar anak tak mudah diserang diare adalah  


  • Memastikan kebersihan makanan dan minuman anak

  • Mengajarkan anak agar mencuci tangan sebelum makan dengan menggunakan sabun yang mengandung antiseptik

  • Menjaga daya tahan tubuh anak dengan memberikan makanan yang seimbang

  • Mengawasi anak, terutama bayi, agar tidak memasukkan sembarang benda ke dalam mulutnya


Yuk, Bunda, mari kita lebih waspada terhadap penyakit yang mudah menyerang anak. Semoga tulisan ini bermanfaat yaa...

2 komentar:

  1. Waahh kebanyakan penyebabnya karena virus ya mbak.

    Kasihan juga kalau si kecil diare, pasti rewel karena mules.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kasian banget.
      Apalagi lagi kalo sampai lemes. Khawatir dehodehid.

      Makasih udah mampir. Salam...

      Hapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^