Jumat, 15 Desember 2017

Resolusi Tahun 2018 : Menjadi Ibu Yang Sehat Dan Bahagia Pasca Melahirkan



Resolusi 2018 : Menjadi ibu yang sehat dan bahagia pasca melahirkan

Membaca status teman yang baru melahirkan dan sedang meriang, saya teringat kejadian sama yang juga saya alami. Meriang, tak lama setelah melahirkan. Semula saya pikir ini karena faktor usia. Menjalani kehamilan di saat usia tak lagi muda, tapi setelah saya pikir-pikir, ini bukan karena faktor usia semata.

Ibu yang baru melahirkan itu mengalami perubahan besar dalam hidupnya. Tidak hanya secara fisik, melainkan juga psikis. Beruntung bila ada suami yang selalu siaga mendampingi dan rela mengurangi jam tidurnya untuk bergantian menjaga Si Kecil, bila tidak? Wahaha, alamat badan remuk redam dibuatnya.

Apa saja sih yang membuat ibu yang baru melahirkan mudah jatuh sakit?

1. Kurang tidur

Sudah jamaklah, ya, seorang ibu yang baru melahirkan kekurangan waktu tidur. Baru mau merem, dedek bayi sudah minta disusui. Atau, sering terbangun dan menangis karena popoknya basah dan merasa tidak nyaman.

Terlebih apa bila ada orangtua yang selalu melarang ibu tidur di waktu pagi dengan alasan darah putih bisa naik. Mitos yang sulit dihilangkan, ya, Mom?

Kurangnya jam tidur ini berdampak pada tekanan emosi yang ibu rasakan, dan itu melelahkan, ujung-ujungnya ibu jatuh sakit. 

2. Kurang asupan makanan yang bergizi

Ibu yang baru melahirkan dan menyusui seringkali tak memiliki waktu yang cukup untuk dirinya. Bahkan untuk makan pun sering harus mencuri-curi waktu. Padahal, satu-satunya sumber makanan bayi (terutama 6 bulan pertama) berasal dari sang ibu. Kondisi inilah yang sering membuat ibu kekurangan energi dan asupan gizi, hingga mudah jatuh sakit.

3. Kurang vitamin

Lelah menjalani kehamilan dan seabrek multivitamin yang harus dikonsumsi semasa mengandung, sering membuat ibu lalai menjaga asupan vitamin pasca melahirkan. Padahal ibu masih sangat membutuhkan multivitamin dan mineral agar kondisi fisiknya terjaga.

4. Terjebak Dalam Slogan : Menjadi Ibu harus Kuat

Tidak sedikit saya jumpai ibu-ibu yang langsung bekerja beberapa hari setelah melahirkan. Belanja ke warung, memasak dan melakukan aktivitas rumah tangga seperti biasa. Demi dianggap kuat, atau, agar tidak dianggap manja.

Saya rasa, semua ibu yang baru melahirkan inginnya dimanja dan diurus segala kebutuhannya, setidaknya hingga sebulan. Sampai kondisi fisiknya pulih. Tetapi, terkadang kondisi memaksa seorang ibu untuk mengabaikan kondisi fisiknya yang lemah demi kemaslahatan seluruh anggota keluarga. (jujur, saya selalu salut dengan ibu-ibu tangguh seperti ini)

Akan tetapi, fisik tak bisa berdusta. Ibu yang baru melahirkan tidak sama dengan ibu yang lainnya. Tidak bisa dipungkiri, kondisi bagian dalam tubuhnya lebih lemah, bahkan, daripada ketika ia mengandung. Inilah yang membuat ibu kemudian jatuh sakit.

5. Kurang me time

Ini juga salah satu penyebab ibu pasca melahirkan mudah jatuh sakit.
Hai, apakah ibu yang baru melahirkan membutuhkan me time? Serius, Mom? Ya. Ini justru, menurut saya, penting banget untuk memulihkan kesehatan ibu, baik secara fisik maupun psikis. 

Memiliki waktu untuk memanjakan diri itu akan membuat ibu menjadi bahagia. Melepaskan sejenak segala keruwetan dan kelelahan yang terus mengejarnya sepanjang waktu.

Jeda ini, meski tak lama, akan membuat ibu memiliki kekuatan dan kesiapan penuh merawat buah hatinya dan menghadirkan kebahagiaan hingga ke pojok-pojok rumah. Bukankah ibu yang bahagia akan menghadirkan senyum bagi seluruh anggota keluarganya?

Nah, Mom, sebentar lagi akhir tahun. Tahun depan resolusi saya adalah : 

Menjadi Ibu Yang Sehat dan Bahagia Pasca Melahirkan


Menjadi ibu yang sehat dan bahagia akan berdampak pada produktivitas ibu sehari-hari. Baik dalam skala domestik atau yang lebih luas. Jadi ini harus menjadi prioritas utama. Setuju, Mom?

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya :


  • Sayangi dirimu sendiri, Mom

Menyayangi diri sendiri ini bukan dalam artian egois membabi buta. Tidak seperti itu. Melainkan belajar memahami kebutuhan mendasar diri dan memenuhinya.
Ketika kita merasa kurang tidur, mintalah pengertian dari suami untuk sesekali bergantian merawat bayi. Atau, tidurlah setiapkali bayi tertidur dan mintalah orang di rumah untuk tidak mengganggu. Jika perlu berlakukan jam tidur siang bersama. 

 Ketika kita lapar, upayakanlah untuk menyantap sesuatu. Sering ibu mengabaikan makan ketika mendengar tangisan bayinya. Bila ini terjadi terus-menerus, yakinlah, ibu akan segera jatuh sakit. Abaikan sebentar tangisan bayi, atau mintalah bantuan seseorang untuk menjaga bayi ketika ibu sedang makan.

Jika merasa lelah, jangan memaksakan diri untuk melakukan semua pekerjaan seorang diri. Berdamailah dengan setumpuk setrikaan dan rumah yang bagai kapal pecah, bila tidak ada seorang pun yang bisa membantu.

Jangan pernah mengangkat benda-benda berat, semacam galon air. Ini bukan karena ingin bermanja-manja, melainkan demi menjaga organ bagian dalam tubuh yang masih lemah dan luka pasca melahirkan.


  • Segera berobat!

Bila sakit itu tak terhindarkan, karena berbagai kondisi, segeralah berobat. Kalau sakit jangan lama-lama. Kasihan Si Kecil yang turut merasakan efek dari panas tubuh ibunya. Minumlah vitamin yang bisa membantu proses pemulihan tubuh setelah sakit. Seperti : Theragran-M.

 
Theragran M membantu mempercepat masa pemulihan (Poto : Koleksi Pribadi)

Mengapa?
Karena Theragran-M merupakan vitamin yang bagus untuk masa penyembuhan. Dengan tubuh yang sehat, tentu ibu dapat menikmati hari-hari yang menyenangkan.


  • Jangan lupa, Me timeeee...

Yup. Seperti yang sudah saya tulis di atas, me time itu penting. Agar ibu sehat jiwa dan raga.
Nggak usah muluk-muluk semacam berlibur di Pulau Maladewa. Kejauhaann... Me time itu cukuplah dengan sesekali mengundang tukang urut untuk memijat tubuh kita yang letih, sambil berbincang-bincang santai tentang berbagai hal yang tak jelas.

Atau, menikmati kesenangan-kesenangan kecil saat bayi terlelap. Entah dengan berendam di air hangat, atau menikmati bacaan-bacaan yang membuat kita merasa terasa terhibur.

Akan terasa lebih ringan sebetulnya, jika kebersamaan bersama Si Kecil dijadikan me time. Percayalah, dunia akan terasa indah saat kita tertawa melihat kelucuan-kelucuan buah hati  yang selalu bertambah dari hari ke hari.


Jadi sebetulnya tidak terlalu sulit, kan, menjadi ibu yang sehat sekaligus berbahagia?  
Semoga tulisan ini bermanfaat dan  sehat-sehat selalu ya, Mom.

Oya, tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog bersama Theragan-M dan BloggerPerempuan Network

24 komentar:

  1. Me time itu perlu banget bagi seorang ibu..karena dengan me time, ia bisa melakukan hal hal yang menyenangkan hatinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener... sindrom baby blues pun bisa dihindari yaa

      Hapus
  2. Bener mba. Jadi ibu itu subhanallah yan sampai sekarang pun saya masih merasakan kurang tidur, kurang me time dan kurang istirahatn rasanya fisik ini ggak secantik dulu lagi karena ga sempet ngerawat diri. Tpi allhamdulillah suami dan anak sehat dan terurus. Bahagianya ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Luar biasa rasanya menjadi ibu ya? Pengorbanannya tak terbayar. Tapi bahagianya pun tak terlukiskan

      Hapus
  3. Saya pernah merasakan kondisi tubuh yang baik2 saja, tapi merasa tidak bahagia.
    Ya Allah ternyata begitu ya ada jiwa2 yang kosong rasanya, hihihi.
    Semoga kita sehat2 selalu jiwa dan raga ya mbak.
    Amiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... semoga para ibu sehat jiwa ragaa.
      KAlo ibu sakit psikisnya serem akibatnyaa

      Hapus
  4. Toslah mbk. Aku jg ngerasain tu yg namanya mewajibkan diri sbg ibu harus kuat. Jd ya maksa maksain diri. Pdhal lelah. Klok udh gt Ujung2nya langsung ngedrop. 😔

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.... emang sebagian ibu masih terjebak sama anggapan seperti itu. Padahal sakit itu manusiawi loh

      Hapus
  5. Moga para emak sehat-sehat terus yah Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin Ya Allah..
      Agar anak-anaknya pun sehat dan bahagia

      Hapus
  6. Me time itu emang perlu banget ya, Mbak.. tapi seringkali saya juga gak bisa menutup mata untuk me time. Minta bantuan suami untuk jaga anak2, padahal beliaunya juga kecapekan seharian kerja. Hiks.. dilema jadinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi sesekali gak papa loh mbak minta suami jagain anak=anak

      Hapus
  7. Terima kasih banyak sudah berbagi mba. Semoga bisa kuterapkan dengan baik, pasca melahirkan nanti. Doakan ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak Akarui Cha, terima kasih sudah mampir

      Hapus
  8. No 5 itu penting banget deh. Karena hal itu banyak wanita mengalami ppd kan pasca lahiran.menjadi bahagia dan sehat itu penting banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha.... bangeeeettttt.
      Jadi ibu tuh harus bahagiaaa

      Hapus
  9. betul sekali, me time amad sangat perlu. Karena mood yang nyaman efek me time berpengaruh pas aktifitas bareng anak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakaaat mbaaa.... Yuk, me timeee

      Hapus
  10. Bener banget mbak. Jangan sampai lupa me time. Biar tetap waras wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... iyaaaa.
      Biarin dianggap kolokan yak

      Hapus
  11. Butuh me time... Makan & mandi aja hrs curi2 :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah! Maka ituuu... jadi banyak mak-mak sakit pasca melahirkan yaa

      Hapus
  12. Arsyad sekarang berapa tahun, Za? Baca tulisanmu kok aku kepikir bakal ada baby lagi :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syahid sekarang 14 bulan, No.
      Arsyad mah 7 tahun

      Hapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^