Rabu, 27 September 2017

Menyesap Suasana Religi di Daarul Jannah Cottage Daarut Tauhid Bandung



Bermalam di cottage milik Aa Gym sebetulnya tak pernah terlintas dalam pikiran emak-emak sederhana semacam saya. Apalagi di Bandung dua ‘penginapan’ istimewa yang tak mungkin saya abaikan. Yaitu Mertua Indah Cottage dan Wisma Mamah. Hehehe...
Tapi bila sudah berkaitan rezeki, kun fayakun... ! Jadi, maka jadilah. Itu seluruhnya hak Allah Swt. 

Ini sebetulnya cerita lama. Sekitar 3 tahun lalu. Cerita lama yang selalu menunggu untuk saya tulis di blog, sebagai bagian dari jejak yang tak terlupakan.

Saat itu saya diundang jadi pembicara pada suatu acara yang dihadiri seluruh orangtua dan wali siswa SMK Boarding School Daarut Tauhid di Gegerkalong Girang Bandung. Ini sebuah kehormatan bagi saya. Menjadi pembicara tunggal di sekolah milik Aa Gym! Amazing...

Tak terbayangkan pada mulanya, karena saya tak biasa bicara di depan umum. Apalagi di hadapan ratusan orangtua. *eta bayangkanlaaah... Tetapi saya memiliki sahabat-sahabat yang tidak pernah jemu ‘menjerumuskan’ saya untuk menerima tantangan. Mereka mensuport, mendampingi dan mengajari saya untuk berani tampil. (l love, Guys, sahabat-sahabat dari dunia maya, maupun dari dunia nyata di mana saya berada)

Singkat cerita penampilan saya di atas panggung, menurut mamah saya yang ikut mendengarkan, alhamdulillah, tidak mengecewakan. Semoga pihak pengundang bapak kepsek SMK Boarding School DT, yang tak lain dan tak bukan adalah kawan dekat saya ketika di SD dan SMP, pun merasa demikian.

Dan ini, terus terang membuat saya lega, karena sebelum tampil saya sudah mendapatkan pengalaman berharga, yaitu merasakan suasana religi di Daarul Jannah Cottage.

Daarul Jannah Cottage

Suasana malam di Daarul Jannah yang menyambut kedatangan kami (Foto : koleksi pribadi)

 

Hari sudah gelap ketika saya beserta rombongan (dua anak saya dan Mamah juga ponakan) dijemput menuju lokasi DT. Jalanan yang basah sehabis hujan seharian dan udara yang dingin menjadi hangat ketika memasuki kawasan Daarut Tauhid.

Sudah puluhan tahun sejak terakhir kali saya menghadiri kajian di rumah Aa gym. Ketika itu belum ada mesjid besar. Bayangan rumah panggung Aa Gym yang bernuasa Sunda dengan kolam ikan di bawahnya masih begitu lekat. Asri, indah dan unik.

Rasa hangat itu menjadi-jadi ketika saya menengadah, memandang lampion-lampion yang memancarkan kehangatan di sepanjang jalan menuju cottage. Wow.

Cozy Cottage

Gazebo mungil di taman. Hangat dan Menyenangkan. (Foto : Daarul Jannah)

 

Bangunan kayu bercat merah menyambut kedatangan saya, hangat. Lampu-lampu kecil di taman dan gazebo mungil menawarkan keramahan. Ah, saya terpukau.

Saya mendapatkan kamar paling pojok di lantai bawah. Kamar yang menawarkan kenyamanan.  Sepasang tempat tidur kembar mampu menampung rombongan. Kamar yang luas dan furnitur yang lengkap bernuansa natural membuat saya merasa rileks.
Tidak ada kesan mewah dan berlebihan. Lagi pula saya rasa, kemewahan bukanlah poin yang ditawarkan cottage ini.

Dinding kayu bernuansa cokelat, udara Bandung yang dingin, dan rasa lelah -karena perjalanan panjang dari Bekasi-- merupakan kombinasi yang saling menguatkan untuk segera beristirahat. Tak lama kemudian, saya beserta rombongan pun terlelap.

Kesyahduan Menjelang Subuh

Suara orang mengaji menyelusup, pelahan menggugah kesadaran saya. Subuh belum lagi datang, namun suasana sudah sedemikian hidup. Semakin mendekati waktu subuh, suara orang mengaji bertambah ramai. Bagi saya pribadi, suasana seperti ini sungguh menentramkan. Saya tenggelam dalam aura positif yang begitu kental di kawasan DT. Ini salah satu yang membuat kenangan ini begitu sulit dilupakan.

Suasana yang membuat saya betah berlama-lama berada di dalamnya, meski ada juga sedikit gangguan kecil. Karena saya mendiami lantai bawah, kadang suara langkah kaki yang berasal dari lantai atas terdengar. Seperti laik di rumah bertingkat yang lantai atasnya terbuat dari kayu. Agak mengganggu, tetapi dapat ditutupi dengan hal lainnya.

Selebihnya saya rasa menginap di cottage tersebut sangat menyenangkan. Dan bila ada kesempatan, saya ingin lebih lama lagi menginap di sana. Mereguk kedamaian yang menetramkan jiwa. Ah, Daarul Jannah... 


4 komentar:

  1. aih keren amat mb jd pembicara tunggal 😍😍 jujuraku baru tau ada cottage DT ini 😁 bagus jg y mb

    BalasHapus
  2. Ada. di kawasan DT. Baguuuss... betah pokoknya kalo kesana.

    BalasHapus
  3. Masyaallah mba.. Kun fayakun ya mba. Ibu rmh tangga jd pembicara tunggal itu keren bgt mba.. Sukses trs, semoga akan sering kejadian begini. Aamiin..

    BalasHapus
  4. Suasananya adem banget ya mbak. Dulu pas tamat SD saya pengen banget lanjut ke DT, tapi gak dikasih sama ortu. Huhuhu. Syedih~

    BalasHapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^