Rabu, 20 September 2017

Dilema Kemarau, Debu dan Alergi Pada Anak



Musim kemarau yang berdebu kerap memicu alergi pada anak

Musim kemarau kerap membuat ingatan saya melayang ke beberapa tahun ke belakang.
Kemarau nan kering dan hujan yang tak kunjung datang membuat debu-debu menjadi kian rajin bertandang. Kondisi ini menimbulkan dilema tersendiri bagi saya. Di satu sisi, saya senang jemuran kering, di sisi lain, ini membuat kulit menjadi kering kerontang.


Persoalannya, kulit yang kering dan mudah pecah ini terkadang menjadi penyebab munculnya luka-luka kecil dan infeksi, terutama pada salah satu anak saya yang mengidap alergi sejak kecil.

Mom, kita tahu kan, alergi merupakan reaksi tubuh terhadap lingkungan, atau asupan makanan pendamping yang tidak cocok dengan daya tahan tubuh anak. Yang tentunya masih dalam tahap perkembangan.


Misal memberikan telur dan ikan laut pada anak yang orangtua-nya memiliki riwayat alergi. Seperti yang terjadi pada anak saya. Kesalahan dalam memberikan MPASI membuat anak saya menderita alergi sejak kecil.

Agar terhindar dari alergi, yuk cari tahu apa saja yang bisa menyebabkan anak terkena alergi.
 


Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko alergi adalah :

1. Riwayat keluarga alergi

Apabila salah satu orangtua memiliki riwayat alergi, maka kemungkinan anak terkena alergi antara 20-40%. Dan resiko itu bertambah besar, apabila kedua orangtua memiliki riwayat alergi yang sama, yaitu sebesar 72%.

2. Pemberian makanan padat atau susu sapi sebelum si Kecil berusia 6 bulan.

Pemberian susu sapi atau makanan padat dapat memicu timbulnya alergi pada anak sebagai reaksi tubuhnya yang belum mampu mencerna dan menyerap protein tinggi yang terkandung dalam susu sapi dan makanan pendamping.

3. Paparan terhadap tungau, debu rumah

Tak mudah memang membuat rumah terbebas dari debu. Apa lagi saya tinggal di pemukiman yang minim pohon dan ruang terbuka. Debu di musim kemarau menjadi hal yang sulit tuk dihindari.
Oya, Mom, meski pun alergi pada anak seringkali tidak membahayakan jiwa, namun ada juga beberapa alergi yang menimbulkan reaksi berlebihan pada tubuh penderita.

Alergi inilah yang harus kita waspadai,  Seperti alergi ikan, obat-obatan yang mengandung penisilin, dan sengatan lebah. Bahkan bila reaksi alergi yang muncul adalah sebagai berikut:  sesak napas, susah menelan dan pingsan, maka segeralah membawa anak ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara anak saya, selain alergi protein tinggi juga alergi terhadap debu. Alergi terhadap protein tinggi bisa dihindari dengan mudah, tetapi yang sulit adalah menghindari debu. Terlebih di musim kemarau begini.

Kulit menjadi kasar dan bersisik. Pada kondisi sangat kering, bisa mengalami pecah-pecah yang membuat debu berikut kuman leluasa memasuki tubuhnya dan bersaran di lapisan kulitnya.

Walhasil, musim kemarau sering membuat saya menjadi cemas akan kemunculan alergi ini. Masalahnya, alergi itu bisa bertambah parah karena anak suka menggaruk, baik secara sadar maupun tidak. Dan tidak jarang menyebabkan luka infeksi yang parah dan tampak memilukan.

Biasanya, selain menghindari penyebab munculnya alergi, saya juga selalu membawa anak untuk berobat ke dokter. Dan sebisa mungkin menjaga kelembaban kulit anak, agar tak mudah pecah dengan menggunakan lotion. 

Terutama lotion yang mengandung petroleum jelly. Sebab, manfaat petroleum jelly yang terkandung pada lotion berfungsi mengunci kelembapan untuk melindungi dan membantu memperbaiki kulit yang rusak.

Jadi begitulah dilema musim kemarau, debu dan alergi yang pernah mewarnai hari-hari saya. Alhamdulillah dengan pertambahan usia, anak saya mulai dapat mengatasi serangan polutan dalam tubuhnya. Alerginya pun tak lagi muncul separah dulu, saat usianya masih kecil.

Semoga tulisan ini bermanfaat ya, Mom. Salaam... ^_^

Mampir di sini juga yaa : 3 Alasan Penting Memberikan Susu Formula

4 komentar:

  1. Iya nih kulit si bungsu mengelupas, bibirku udah mulai perih.
    Terimakasih ya infonya. Bermanfaat sekali :)

    BalasHapus
  2. Sama-sama Mbak Farida... coba dikasih lotion deh mbak.

    BalasHapus
  3. Aku kemaren akhirnya ganti kawat nyamuk yang udah berdebu banget. Pas tidur alhamdulillah nyaman. Anak anak nggak bersin bersin. Bacaan bagus. Aku share ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Debu emang pemicu alergi terutama buat anak-anak.
      Btw, makasih tuk share nya

      Hapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^