Rabu, 27 September 2017

5 Kebutuhan Nutrisi Bagi Tumbuh Kembang Anak


Pemberian MPASI hendaknya memenuhi kebutuhan nutrisi agar anak tumbuh optimal (Foto : Fixabay)


Beberapa hari lagi tepat 10 bulan usia Dek Syahid. Berbeda dengan cerita kakak-kakaknya, anak ke-7 saya ini memulai debut makannya dengan cara ekstrim. Apa saja disantap. Baca deh : Salah MPASI Berujung Drama

Dari pengalaman itu, kini saya menjadi berhati-hati dalam memberikan MPASI yang sesuai dengan kebutuhan anak. Salah satu poin pentingnya adalah terpenuhinya kebutuhan nutrisi anak.



Kita tentu mafhum, kebutuhan yang penting untuk anak adalah kalsium. Sedangkan sumber terbaik dari nutrisi ini adalah yang berasal dari susu. Maka tidak mengherankan  bila ASI menjadi karunia alam yang luar biasa untuk sang bayi. 

Berbeda dengan susu formula, kandungan nutrisi yang ada dalam ASI mengikuti usia dan dan kebutuhan bayi. Ini membuat ASI lebih mudah diserap bayi. Ini juga yang menjadi pertimbangan saya untuk memberikan ASI tanpa tambahan susu formula hingga setidaknya ia berusia 1 tahun.

Akan tetapi, pemberian MPASI yang beraneka macam tetap saya lakukan sejak usianya 6 bulanan. Ada semacam trauma tersendiri, bila mengingat dua orang kakaknya yang tidak bisa melahap apa pun kecuali bubur susu hingga usia 3 tahun. Yang mana hal itu juga dapat mempengaruhi perkembangan bicaranya. 

Apa saja sih sebetulnya nutrisi yang dibutuhkan anak?

Nah, Mom, berikut ini panduan penyajian untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil.

1. Buah dan Sayur


Pemberian buah dan sayur ini penting banget, nget, Mom. Saya trauma dengan kasus sembelit yang dialami anak saya kemarin. Pemberian sebanyak 2 porsi perhari bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Penyajiannya bisa disesuaikan dengan usia. Seperti diiris dalam potongan kecil sebagai cemilan, bisa juga dimasukkan dalam sayur dan ataupun bubur tim si Kecil.


2. Biji-bijian


Jatahnya 4 porsi perhari. Gak usah panik gitu, Mom. Karena anak kita bukan sejenis burung tentu biji-bijian ini bisa kita sulap menjadi  bubur beras merah atau pancake dan roti yang berasal dari gandum.


3. Susu


Ternyata untuk pertumbuhannya anak memerlukan sekitar satu liter susu perhari. Susu ini bisa kita siasati –terutama bila Si Kecil tak terlalu menyukai susu-- dengan memberi keju, yohurt, puding susu dll.


4. Protein


Dua porsi sehari cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Kita bisa memperkenalkan protein nabati dan hewani secara bergantian. Seperti ayam, daging, kacang dan telur. Akan tetapi bila Anda dan suami memiliki riwayat alergi, sebaiknya hindari pemberian protein tinggi terlalu dini. Tunggulah hingga usianya cukup.


5. Vitamin dan Mineral


Kebutuhan akan vitamin dan mineral ini sebetulnya sudah tercukupi bila Si Kecil sudah mendapatkan MPASI yang seimbang. Namun, pada kondisi tertentu, semisal sakit, dokter biasanya akan merekomendasikan vitamin yang cocok untuk membantu mengembalikan stamina dan menambah daya tahan tubuh anak.

Memenuhi kebutuhan nutrisi anak merupakan salah satu ikhtiar kita agar anak tumbuh sehat dan sesuai dengan perkembangan anak seusianya. Namun jangan lupa, selain kebutuhan fisiknya yang harus dipenuhi, kebutuhan jiwanya pun harus pula kita isi. Yaitu dengan segenap cinta dan kasih sayang serta memenuhi rasa ingin tahunya terhadap segala hal.





 

6 komentar:

  1. Pengetahuan tentang MPASI sekarang banyak banget ya mbak. Saya kepoin di instagram juga ibu-ibu udah pada bikin sendiri MPASInya. Waktu anak pertama saya lebih sering beli yang instan euy, semoga si adeknya nanti ini bisa sering-sering bikin MPASI rumahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga dulu sering kasih bubur instan. Praktis. Tapi sekarang saya coba ganti-ganti dengan olahan sendiri. Takut kejadian kasus kakaknya terulang lagi. Cuma mau bubur susu sampe 3 tahun.

      Hapus
  2. Iya nih, kalau bikin MPASI sendiri bisa lebih sehat dan hemat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Dian... asal mau menyisihkan waktu dan tenaga ya..
      Semangattt

      Hapus
  3. noted. trimakasih sharingnya ya mbk. sangat bermanfaat :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... makasih juga atas kunjungannya yaa

      Hapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^