Senin, 21 Agustus 2017

Blog Tour : Yuk, Mengenal Blogger Jakarta, Sie-thi Nurjanah


Travelling menjadi salah satu kegemaran blogger ramah asal Jakarta ini.



Ketika saya baru melangkahkan kaki memasuki dunia blogger, nona manis kelahiran Jakarta ini telah lebih dulu berkecimpung di dalamnya. Penasaran kan ya jadinya? (Saya mah gitu orangnya, suka penasaran sama yang udah beken duluan).  Alhamdulillah, di arisan link blogger, saya berkesempatan mengenal lebih dekat dengan  Mbak Siti Nurjanah, Si The Light of Heaven ini.


Sulung dari empat bersaudara ini ternyata amat menyukai traveling. Ujarnya, sebuah perjalanan mengajari banyak hal. Selain melihat keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa, perjalanan juga membuat dada kita dipenuhi rasa syukur bila berhadapan dengan realita kehidupan mereka yang kurang beruntung.

Aaah, Mbak Siti ini memang suka dengan hal-hal yang berbau filosofi. Buktinya,  nama blognya aja dinamain The Light of Heaven. Cahaya Surga. Wow. Dalem banget kaan? Iya... iya, terinspirasi sama nama yang disandangnya sejak lahir. Nama pemberian orangtua yang berarti doa untuk sang buah hati.

Selain soal nama, filosofi lain yang disukainya adalah tentang kupu-kupu dan bunga matahari. Itu sebab dua gambar itu ada di header blognya. Mengapa sih Mbak Siti ini suka banget sama kupu-kupu dan bunga matahari?

Alasannya...

Selain karena alasan keindahan, ternyata Mbak Siti ini menyukai filosofi kehidupan kupu-kupu! Bahwa untuk menjadi indah, banyak proses menyakitkan yang harus dilewati. (Uwow...dalem banget yak?!}

Sementara kalau bunga matahari, menurut Mbak Siti, seperti secret admirer. Jadi pengagum matahari, hanya bisa menatap dari jauh dan mengikuti setiap gerakannya tanpa bisa berada di sisinya. (Nah, kok tiba-tiba jadi berasa yellow mellow gini?)

(Ssst, terkait masalah filosofi itu, tadi saya sempet juga tuh protes. Gregetan aja gitu kalo ada yang terlalu melow. Rasanya pingin ngilikitik. Hehehe)

Menurut saya, kenapa harus jadi bunga matahari? Kenapa nggak jadi mataharinya aja? (Lu kate enak jadi matahari, Mak? Kerjaan mondar-mandir  saban hari dari timur ke barat. Kagak bole bosen. Sekalinya dari barat ke timur, kiamat dunia. Berat tanggung jawabnya)

Kenapa harus jadi kupu-kupu? Yang siklus hidupnya terlalu singkat (lamaan jadi uletnya)? (Banyak protes deh, Mak...)

Tetapi Mbak Siti ini ternyata orangnya-- meski bertype introvert—nggak mudah marah. Selow banget bahkan. Alih-alih merasa tersinggung, dia malah merasa menemukan sisi lain dari ikon tersebut, sudut pandang yang berbeda dengan dirinya.

Lalu saya pun mendadak tersepona, secara hari gini, jangankan filosofi yang kita sukai diprotes orang, salah komen dikiiit aja yang tersinggung sedunia maya. Maka saya pun dengan suka cita mengacungkan jempol tuk Mbak Siti. Itu, asli, keren loh...

(Bagi yang ingin mengetahui lebih dalam filosofi favorit Mbak Siti boleh deh meluncur ke sini).

Perjalanan menikmati keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa serta meningkatkan rasa syukur


Terinspirasi oleh sebuah novel


Menjadi blogger merupakan aktivitas yang kini menjadi keseharian Mbak Siti. Meski mengaku bingung mengapa memilih menjadi blogger, agaknya dunia menulis memang tak bisa dipisahkan dari pemilik salah salah satu olshop ini. Selain karena hobi membaca, juga karena termotivasi  tulisan keren Helvi Tiana Rosa yang sudah diangkat ke layar lebar, Ketika Mas Gagah Pergi.

Maka pelan-pelan Siti memasuki dunia penulis. Walaupun belum banyak, ia sudah mengukir nama di buku-buku antologi bersama penulis lainnya. Semoga ke depannya lebih banyak karya lagi yang dibukukan ya, Mbak... *emot senyum

Sementara di dunia blogger, Mbak Siti telah membuktikan keseriusannya dengan rutin merawat blog dengan baik agar menjadi ladang subur yang menjanjikan.

Tak berlebihan, Mbak Siti hanya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Disiplin dalam beribadah dan bermanfaat bagi keluarga, teman dan lingkungan.

Dengan berprinsip seperti itu, ia melangkah tegak, menghindari segala kekisruhan dunia maya yang penuh dengan bermacam-macam “WAR” nggak jelas. No nyinyir.  No Baper. Maka tak mengherankan bila ia memiliki link pertemanan yang sehat dan jauh dari ber-nyinyir ria. (Ah, pantesan ... jobnya banyak!)

Nah, bagi yang ingin lebih dekat dengan blogger keren ini, yuk,  ke rumah mayanya yang berniche life style. Lengkap deh. Ada tulisan personal, travelling, kuliner, film dan review produk.

Selain blog The Light of Heaven, bisa juga mengunjunginya di :
http://www.kompasiana.com/www.theheavenoflight.com.

* Facebook : Sie-thi Nurjanah
* Twitter      : @st_nurjanahh
* Instagram  : @st_nurjanahh
* Email        : 89.stnurjanah@gmail.com

6 komentar:

  1. Kecup jauh utk mommy liza ��
    Terima kasih banyak utk ulasannya. Senang sekali bisa mengenal dan ngobrol lebih jauh, utk segala masukan dan nasihatnya. Saya senang sekali, berasa di beri perhatian lebih ��

    BalasHapus
  2. Duh baru tahu cerita tentang mbak Sie-thi Nurjanah dan filosofinya...Tapi keren juga kalo jadi kupu-kupu ya..berproses dulu baru indah setelahnya...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mbak Dian... makasih yaa sudah berkenan mampir

      Hapus
  3. salam kenal juga buat mbak sie-thie
    jadi lebih tahu ttg beliaunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Mba Siti baca ya...
      Pasti seneng.

      Makasih mba Avy

      Hapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^