Jumat, 19 Mei 2017

Tips Sederhana Mengelola Amarah



Bagi seorang ibu, mengelola amarah itu penting lho. (Foto : Pixabay) 


Laa taghdhof walakal jannah. Janganlah kamu marah, maka pahala bagimu adalah surga. Ibu-ibu yang memiliki anak usia TK, tentu hapal dengan hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya ini. Sayangnya, hapal saja tidak cukup untuk membuat kita (kita???) mudah mengatasi rasa marah yang kerap melanda.


Amarah atau rasa marah bisa datang sewaktu-waktu, terkadang bahkan tanpa aba-aba. Meskipun, lagi-lagi kita tahu belaka, bahwa marah merupakan kendaraan setan yang paling merusak. Terutama bila kita berada dalam kondisi labil, baik secara ekonomi maupun psikis.

Padahal, sebagai ibu, kita dituntut untuk senantiasa sabar dan bisa mengontrol emosi dengan baik. Mengapa? Mengutip kata-kata seorang sahabat, karena ibu merupakan matahari bagi keluarganya.

Artinya, kemampuan yang baik dalam mengelola emosi akan membuat suasana rumah senantiasa hangat dan menentramkan. Sebaliknya, ketidakmampuan kita mengontrol rasa marah, sanggup menghanguskan kebersamaan yang telah susah payah kita rawat.

Tersebab, kita adalah matahari bagi keluarga, yang menjadi poros rotasi dalam tata surya, ada baiknya kita belajar Anger Management atau Mengelola Amarah, Mom. Harus, menurut saya sih.

Apa sih anger management itu?

Menurut Mayoclinic, anger management atau mengelola amarah merupakan proses belajar untuk mengenali tanda-tanda bahwa kita sedang marah dan tindakan yang segera kita lakukan baik untuk menenangkan diri, maupun beradaptasi dengan situasi tersebut dengan cara yang positif.

Anger management juga menolong kita untuk mencegah rasa marah berkembang menjadi rasa frustasi sedini mungkin.

Yang utama yang harus kita lakukan adalah mencari pemicu marah dan tanda-tanda, baik fisik maupun emosi yang terjadi ketika mulai marah. Untuk memudahkan, ada baiknya kita membuat daftar.

Misal :
  • Stres


Apa  pemicu marah yang paling sering? Menyetrika baju segunung setiap hari hingga kelelahan? Anak-anak yang selalu merengek minta jajan dan jalan-jalan? Suami yang sibuk di luar, dll.
  •     Kenali tanda-tanda marah yang biasa muncul

    Seperti : membanting barang/pintu, berteriak, menangis, menggigit bibir, dll.

Bila kita telah membuat daftar, kita bisa menguraikan pemicu tersebut dan mendiskusikan dengan suami, langkah-langkah apa yang perlu kita ambil agar pemicu itu tidak sering muncul.

Misal, bila dipicu oleh pekerjaan rumah tangga yang terasa berat dan menjemukan, kita bisa meminta suami untuk mencarikan asisten rumah tangga. Atau, berbagi pekerjaan dengan suami dan anak-anak.

Saya melakukan ini. Baca : membangun kerja sama dengan anak

Begitu pula dengan mengenali tanda-tanda marah, kita akan lebih mudah menekan emosi agar tidak meledak.

Namun, selain hal tersebut di atas beberapa tips berikut juga efektif mengurangi marah.


   Relaksasi

Segera setelah kita merasakan amarah muncul dan siap menghanguskan apa saja, tarik napas dalam-dalam. Istighfar. Dan berdzikir.  Dampaknya akan sangat terasa bila kita tidak membiarkan emosi kita tumpah begitu saja.

    Ubah posisi tubuh

Bila semula kita berdiri, maka duduklah. Atau sebaliknya. Atau bila masih terasa menyesakkan dada, pindah tempat, tinggalkan sejenak atau berpalinglah dari hal yang membuat kita marah.

    Berwudhu atau mandi

Sentuhan sejuk air wudhu akan mampu meredam hawa panas yang kita rasakan, namun bila masih terasa menghimpit dada, sholat bisa menjadi obat mujarab meredakan kegelisahan dan menghilangkan marah yang paling dalam sekalipun.

Menulis ini bukan berarti saya sudah ahli mengelola amarah lho. Yup, ini masih menjadi peer buat saya. Memang tidak mudah, tetapi setidaknya, kita bisa belajar dan belajar sedikit demi sedikit agar kita mampu mengelola amarah dengan lebih baik. 

Di samping itu dengan mengelola amarah membuat kita fokus pada kelebihan kita dan anggota keluarga. Baca juga : Menjadi Ibu Bahagia di Tengah Kerempongan
 
Semangattt...
Tulisan lain yang berkaitan dengan mengelola emosi ini bisa juga dibaca di blog Mbak Diah, dengan judul : Diam Ketika Dimarahi dan Mbak Ade Delina, 4 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Dimarahi

4 komentar:

  1. Yuhhhu, berwudhu itu emang paling ampuh buat ngatasin rasa marah. Kalo udah kena air rasanya adeeem

    BalasHapus
  2. pengalaman marah saya, kebanyakan pemicunya adalah rasa lelah, mbak. lelah badan atau lelah hati, sama saja, hehe...

    nice tips mbak. semoga saya bisa mempraktikkan tips ini biar jadi ibu yang lebih baik lagi. aaamiiin.

    BalasHapus
  3. Makasih tipsnya mbk, sangat bermanfaat, apalagi yg bagian wudhu :D

    BalasHapus
  4. Harus menahan amarah ya bun. Btw, nama Font header nya apa ya ? Kunjungi blog saya jugaaa

    BalasHapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^