Rabu, 03 Mei 2017

Mulas Pasca Melahirkan, Wajarkah?



Rasa mulas pasca melahirkan normalkah dialami setiap ibu? (poto : Pixabay)


Menjadi ibu itu sejuta rasanya. Yang pasti harap dan cemas silih berganti membayangi selama masa kehamilan. Dan, tujuh kali melahirkan, saya tak pernah menunggu datangnya rasa mulas di rumah. Juga tak terpikirkan ada rasa mulas yang demikian hebat pasca melahirkan.



Pengalaman melahirkan anak pertama, 19 tahun yang lalu mengajarkan agar tak perlu menunggu rasa sakit menghebat baru berangkat ke rumah sakit. Saya jelas bukan tipe ibu yang bisa bertahan merasakan mulas dengan rasa deg-degan sepanjang perjalanan. Saya lebih suka berpikir menjalani saat melahirkan dengan rasa damai dan nyaman. Sesakit apa pun proses melahirkan, saya ingin ketika itu,saya telah berada di tempat yang tepat. 

Untuk itu saya rela repot dan bolak-balik ke rumah sakit bersalin agar mendapatkan pertolongan yang tepat. Saat-saat menjelang kelahiran, saya pun sangat teliti memperhatikan sekecil apapun tanda-tanda melahirkan yang saya rasakan. Seperti : flek, keputihan (lendir) yang berlebihan, serta sakit pinggang.

Mengapa tak menunggu rasa mulas?
 
Pertama kali melahirkan, rasa mulas itu muncul setengah jam sebelum melahirkan. Hanya setengah jam! Tak terbayang bila rasa mulas itu muncul saya masih dalam perjalanan. Karenanya, saya tidak pernah berani menunggu rasa mulas itu di rumah.
  
Masih terbayang gondoknya ketika saya mengeluhkan rasa yang tak tertahankan itu, dokter hanya tersenyum sambil berkata : “Ya, syukurlah bisa merasa mulas.”

Glodak! Orang mules kok disambut gembira?

Pada akhirnya saya mafhum, kehadiran rasa mulas memang selayaknya disyukuri, sebab itu pertanda proses persalinan bisa berjalan normal. Meski rasanya tak tertahankan.
Kehamilan kedua dan seterusnya, rasa mulas itu datang hanya dalam hitungan jam sebelum melahirkan. Paling lama 2 jam. Bahkan pada kelahiran yang ke-7 lalu, hanya dalam hitungan menit.

Sakitnya saat melahirkan memang selalu luar biasa. Tak peduli berapa lama menanggung rasa mulas, sakit saat melahirkan selalu menjadi puncak pertaruhan nyawa bagi seorang ibu. Dan selalu, setelah melahirkan, saya dilingkupi perasaan lega bercampur haru yang luar biasa.

Rasa yang terus bergelora dan menghangat saat memandang dan menyentuh kulit rapuh Sang Buah Hati. Hei, tak peduli anak ke berapa, rasa syukur dan cinta itu begitu berlimpah.
Akan tetapi, ternyata bagi ibu yang baru melahirkan, sakit itu tidak usai begitu saja setelah bayi terlahir ke dunia. Ada berbagai alasan yang menciptakan rasa sakit itu menetap hingga beberapa waktu. Seperti ambeien yang pernah saya alami setelah melahirkan anak kelima.

Juga rasa mulas.

Ya. Rasa mulas pasca melahirkan. Pertama kali saya merasakan mulas itu pada kali ke-4 melahirkan. Tapi tak lama. Hanya beberapa jam di malam hari. Pada kali ke-5 dan ke-6, saya tak begitu terkejut lagi.

Akan tetapi, pasca melahirkan Dek Syahid, anak ke-7, rasa sakit yang muncul begitu hebat. Bila sebelum melahirkan saya hanya merasakan mulas tak lebih dari 10 menit, maka setelah melahirkan hingga nyaris sepanjang malam, saya harus mengakrabi rasa mulas yang luar biasa mengaduk perasaan.

Rasa mulas itu bertahan hingga keesokan harinya dan baru reda setelah minum obat pereda nyeri.

Pertanyaannya, mengapa rasa mulas itu muncul pasca melahirkan?

Ternyata rasa mulas itu muncul sebagai pertanda baik. Lagi-lagi kehadirannya harus disyukuri. Karena pada saat itu, rahim tengah mengalami penyesuaian. Rasa mulas seperti kontraksi hendak melahirkan itu merupakan proses alamiah tubuh untuk melakukan penyusutan rahim. Menuju pemulihan.

Rahim yang semula mengembang selama kehamilan akan mengalami penyusutan, begitu juga pembuluh darah di rahim, agar tidak terjadi pendarahan pasca melahirkan. Dan proses penyusutan rahim itu akan semakin baik bila kita menyusui bayi. Jangan tanya bagaimana rasanya menahan mulas pada saat menyusui.

Dan saya pun menjadi mafhum, mengapa pasca melahirkan Dek Syahid, rasa sakit itu terasa merajam tubuh. Selain karena usia yang kian “matang” dan rawan, ia pun memiliki bobot paling berat. Artinya, rahim saya mengembang jauh lebih besar dari kehamilan sebelumnya. Baca juga : 5 Perubahan Penting Yang Perlu Bunda Ketahui Pasca Melahirkan

Bila kakak-kakaknya terlahir dengan bobot 2950 gram, maka wajarlah ia yang terlahir dengan bobot 3400 gram itu menimbulkan rasa nyeri yang berlipat-lipat.
Nah, itu pengalaman saya. 

Simak juga, yuk, pengalaman teman saya, Mak Diah, tentang rasa sakit saat melahirkan serta , persiapan apa saja yang harus dilakukan untuk menyambut buah hati, seperti yang dilakukan Mak Ade Delina.

Bagaimana pengalamanmu?

5 komentar:

  1. Kalau saya rasa sakit pasca melahirkan itu hilangnya setelah minum obat pereda nyeri, dan setelah darah kotor yang tersisa di rahim sudah keluar semua. Jadi legaaa Mbak saat beberapa gumpalan darah itu keluar. Trus enakan perutnya. Hemm.. alhamdulillah... :)

    BalasHapus
  2. Ohhh sy pernah nih. Mana pas di kantor pula. Bergerak aja sakit. Sy pikir ada jahitan bekas operasi yg rusak tp ga ada pendarahan. Ternyata penyusutan rahim ya.. Nice share mba

    BalasHapus
  3. Saya selalu berjam-jam mak. anak pertama udah pecah ketuban duluan, jadi sebelum mules udah harus ke RS. anak kedua mundur seminggu dan belum ada apa-apa, harus diinduksi dulu, jadi sebelum mules (lagi) udah ke klinik.

    maunya yang ketiga ini mules udah agak lumayan baru ke RS, biar bisa jalan-jalan dulu, biar cepet pembukaan sempurnanya.

    BalasHapus
  4. Saya waktu mau melahirkan tidak merasa mulas tapi sakit punggung yang hebat, mulasnya cuma seperti mau kebelet BAB saja. Kata mama saya kalo anak perempuan yang mau lahir bikin perut mulas, tapi kalo anak laki-laki bikin sakit punggung. Kebetulan anak saya 2 laki-laki dan sakitnya tanda mau lahir lebih hebat di punggung daripada di perut :)
    Setelah melahirkan tidak merasa mulas juga.

    BalasHapus
  5. Iya bener kemarin abis lahiran mulasnya masih berasa hihi

    BalasHapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^