Jumat, 14 April 2017

Malaikat Tanpa Sayap Dan Obat Sariawan





Can't smile without you


Malaikat tanpa sayap dan obat sariawan. Hemm, judul ajaib yang sepertinya nggak nyambung. Tapi percayalah isinya saling berkaitan kok. Karena saya ingin menceritakan tentang malaikat tanpa sayap yang bisa tersenyum bila mulut bebas dari sariawan. Nggak percaya? Baca aja terus...

 



Anak terkadang terasa bagaikan malaikat yang kehadirannya membawa kebahagiaan dan karunia tersendiri bagi kedua orangtuanya. Mereka dengan segala kelucuan dan sifatnya yang khas membawa perubahan dalam kehidupan di sekitarnya. Dan sebagai ibu dari 7 orang anak, saya mengerti betul bahwa setiap anak itu unik dan istimewa.

Keunikan yang sudah dapat dirasakan saat saya mengandung mereka, begitu juga saat melahirkan. Maka, apa anehnya bila dalam masa tumbuh kembang mereka pun berbeda satu sama lain. Akan tetapi sekali lagi, bagi saya, mereka tak ubahnya malaikat-malaikat tanpa sayap.


Kehadiran mereka membuat kehidupan seorang perempuan yang biasa-biasa saja menjadi tak biasa. Mereka dengan segala keunikan masing-masing memberi warna pada kehidupan saya. Rasa yang terkadang mengharu-biru akibat rasa sesal. Atau pun, mengembangkan dada penuh rasa bangga.

Bagi saya, mereka semua spesial. Istimewa dengan segala keunikannya. Meski bila dibandingkan dengan anak-anak lain, mereka biasa-biasa saja. Tapi bagi saya, mereka istimewa, dan salah satunya adalah anak ketiga saya, Rofa.


Malaikat-malaikat kecilku

Guru Kesabaran

Sejujurnya, saya bukanlah ibu yang penyabar. Meski dikaruniai  dua anak balita yang serba cepat dalam belajar dan memahami sesuatu, rasa sabar itu tak jua muncul. Alih-alih bersyukur dikarunia anak-anak yang cerdas dan lincah, saya malah sering ngomel dan menuntut mereka agak selalu memahami kondisi orangtuanya. Terutama saya, ibu mereka.

Lalu lahirlah yang ketiga. Ketika lahir, baby Rofa sangat lucu dan menggemaskan. Kerepotan bertambah, tetapi bahagia juga bertambah saat menyambut kelahirannya.  Namun menjelang bulan kelima hingga usianya setahun, ia sakit-sakitan. Sempat juga mengalami  kejang-kejang yang –ternyata-- berdampak pada proses tumbuh kembangnya.

Si Picky Eater

Berbeda dengan anak lainnya yang suka mencoba jenis makanan apa saja yang terlihat menarik, Rofa  tidak mau  makan,  kecuali bubur susu dari merek tertentu. Bukan saja menolak makan, ia juga memuntahkan semua makanan dan minuman bila ia dipaksa mencoba makanan pendamping ASI yang lain dari yang biasa ia makan. Hatta mencium aroma makanan yang berbeda, meski sama-sama bubur susu, hanya beda merek.

Segala upaya telah saya coba lakukan. Mengenalkan berbagai jenis makanan dan minuman. Namun ia menolak. Lelah sekali rasanya, terlebih bila mendengar komentar miring ataupun segala saran mengenai hal ini. 

Sabar dan selalu bersabar saat menghadapinya, begitu juga ketika mengenalkan nasi pada bocah kecil itu. Membujuk dan menyuapi  satu butir nasi pada mulanya, lalu meningkat menjadi beberapa butir dalam satu suapan, dan bersorak gembira ketika berjam-jam kemudian sesendok nasi telah berhasil masuk dalam perutnya.

 (Dan sore hari saat suami pulang kerja, saya akan menceritakan prestasi saya pada hari itu, yaitu berhasil menyuapi satu sendok makan nasi selama sekian jam

Hal itu berlangsung selama tiga tahun lebih usianya. 
Melelahkan? Ya, pastinya.
Tidak hanya soal makan. Kemampuan motorik dan bicaranya pun mengalami keterlambatan. Sering saya konsultasikan pada dokter spesialis anak, namun dokter mengatakan anak saya baik-baik saja. Ia perlu sehat dulu untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, ujar dokter menenangkan.

 (Ketika usianya setahun, kami baru tahu Rofa terserang flek paru-paru, ternyata hal itu salah satu penyebab yang membuat ia rentan terserang penyakit. Setelah dinyatakan bebas dari flek paru-paru, barulah kami konsentrasi ke tumbuh kembangnya)

Kami membawanya ke klinik tumbuh kembang di RS. Hermina. Saya dan suami cukup lega ketika tim dokter mengatakan, bahwa anak saya “hanya” delayed . Terlambat. Bukan menyandang autisme – seperti yang semula saya khawatirkan.

Dan itu artinya, saya harus sabar mengantarnya menjalani proses terapi wicara dan motorik ke suatu tempat yang jauh –pake banget--  hingga harus tiga kali berganti angkot. Karena, ia belum bisa berjalan dan bicara meski usianya hampir 3 tahun.

Dan yang paling berat tentunya, bersabar ketika segala omongan dan gunjingan  ataupun segala macam saran-saran –yang melelahkan hati itu—terdengar. Ibu manalah yang menginginkan anak terlambat  tumbuh kembangnya? Tidak bisa menyantap makanan apapun kecuali bubur susu?

I Can’t Smile Without You

Alhamdulillah,semua itu telah menjadi masa lalu dan menjadi pengalaman berharga. Kini ia tumbuh menjadi remaja ganteng yang ringan tangan dan menjadi andalan saya. Ok, dia memiliki kekurangan tentu. Namun nyata, ia menjadi malaikat bagi saya. 

Malaikat yang kerap membuat  saya tersenyum haru. Saat ia merelakan uang jajannya membelikan Ibu biskuit –saat ibu ngidam, muntah-muntah dan hanya bisa menyantap biskuit.

Malaikat  yang membuat hari-hari terasa lebih ringan, karena bantuan yang kerap ia berikan saat ibunya terlihat repot. Ia rela bolak-balik ke warung dan melakukan perintah ibu yang kerap menyebalkan. Baik saat hujan lebat turun,maupun saat baru bangun tidur. 

Betapa kerap saya sadari, sejak kehadirannya, ia membuat saya lebih banyak tersenyum dan bersyukur. Melihat sekecil apapun kemajuan yang ia alami, rasa syukur di dada terasa berlimpah. Mensyukuri sesederhana apa pun prestasi yang ia lakukan dalam perjalanan hidupnya.

Misalnya, saat  ia bisa berjalan di usia 3 tahun kurang dua bulan, saya bahagia bukan kepalang. Ia bisa mengatakan “bu, mo pi.” Bu mau pipis. Saat duduk di TK B, saya tersenyum amat lebar.

Dan yang tak kurang membahagiakan, dia juga salah satu penggemar masakan ibu. Meski masakan sederhana ala rumahan karena ibunya tak terlalu mahir memasak, dia akan menyantapnya penuh nikmat. 

Sariawan yang mengganggu


Sayangnya, karena sejak kecil kurang suka buah-buahan, ia sering mengalami sariawan. Dan ini sangat mengganggu. Tak tega rasanya melihat ia tidak bisa menikmati makanan seperti biasa. 

Biasanya, untuk mengurangi rasa sakit, saya menyuruhnya minum larutan penyegar  atau madu. Tapi proses penyembuhannya memakan waktu yang lama. Sementara Rofa doyan sekali makan. (Ssst,  kata bapaknya, “Dia balas dendam karena waktu kecil segala nggak bisa dimakan.”)

Berkenalan dengan Aloclair Plus

Aloclair Plus, obat sariawan yang tidak perih saat dioleskan

Baru-baru saya mendapat  informasi  tentang obat sariawan yang sudah digunakan di 57 negara.  Aloclair Plus.  Benarkah obat sariwan ini tidak menimbulkan rasa perih dan mudah terapkan pada anak-anak? 

Apa sih keunggulan obat sariawan ini? Mau tidak mau, saya menjadi kepo juga. Ternyata, Aloclair Plus tidak hanya satu jenis, seperti yang saya miliki melainkan ada 3 jenis yang bisa dipilih sesuai kondisi. 

Bagi saya ini jelas memudahkan. Kita bisa memilih item yang paling pas dan penampilannya nggak nakutin. Tidak menimbulkan rasa trauma pada anak.

Macam-macam pilihan Aloclair Plus yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak dan keluarga.Foto : Aloclair Plus ID

Ketika Rofa terkena sariawan,saya memberi dan  mengoleskan Aloclair Plus padanya. Praktis banget loh. Tinggal buka tutupnya, pencet dan oleskan langsung ke bagian luka. Sangat higienis kan?

Mula-mula  wajahnya terlihat ragu. Ia belum pernah menggunakan obat sariawan ini. Tapi sesaat kemudian wajahnya berubah cerah.
Perihkah saat dioleskan?
“Enggak kok,” ujar Rofa. Malah terasa dingin tambahnya lagi.

Mungkin karena bahan bakunya adalah Aloe Vera, obat sariawan itu terasa dingin dan tidak perih saat dioleskan. Selain itu tentunya  aman  untuk diberikan pada anak-anak. Bahkan aman juga untuk bayi!

Hal lainnya yang membuat  nyes ati emak, efeknya pun tak membutuhkan waktu lama, beberapa menit pemakaian sebelum makan, rasa sakit itu hilang dan mulut pun terasa nyaman.

Nggak heran sih karena Aloe Vera merupakan obat alami yang memiliki banyak khasiat bagi tubuh manusia. Manfaat Aloe Vera antara lain, yaitu : menyembuhkan luka, mengurangi nyeri dan mencegah infeksi.

Sedangkan Aloclair Plus mengandung khasiat sebagai berikut :
 



Memang untuk sembuh secara sempurna, pemakaiannya harus diulang setiap kali ingin makan. Hingga beberapa hari. Namun, obat sariawan ini jelas membuat  lega hati ibu mana pun.  Karena bisa melihat buah hatinya menyantap dengan nikmat  masakan  tanpa terganggu rasa perih.



Ah, Rofa, can’t smile without you, Son.
Rofa adalah satu dari 7 malaikat yang menemani hari-hari saya. Ada banyak cerita tentang mereka. ----Sebagian sudah saya tulis dan bukukan dengan judul : Nyebur Ke Dunia Anak (promotion detected). Dan sebagian lagi.... ahaha, menunggu waktu yang tepat untuk mengisahkan mereka.---

Semoga pengalaman saya di atas bermanfaat bagi pembaca.

Oya, tulisan ini saya sertakan dalam lomba bersama  Aloclair Plus ID dan KEB (Kumpulan Emak-Emak Blogger)
Saya senang dan berterima kasih sekali bila teman-teman bersedia menulis komentar untuk saya.






25 komentar:

  1. Kemasannya unik ya. Mgkn utk memudahkan menjangkau tempat2 sulit ya.. Oya, salam kenal rofaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba Ruli. Jadi tangan kita gak perlu masuk mulut untuk menjangkau bagian yang sulit.

      Hapus
  2. Semoga selalu menjadi anak yang membanggakan ibu ya Rofa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Rabb...
      Terima kasih Mbak Lina

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. Waah salah satu jagoanmu ya mba liza.
    Btw suka banget itu liat photo ber 9.
    Sukaaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha ingat keluarga di Cirebon ya Mba Ophi?

      Hapus
  5. Sedih rasanya kalo lihat anak sakit..tapi aloclair ini nggak perih ya mbak,jadi amanlah,g kesakitan gitu.

    Salam kenal mbak^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo kata anak saya sih, nggak perih. Tapi terasa dingin.

      Hapus
  6. Wow jadi gak perih ya? Referensi baru ni mbak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Li Partic. Gak bikin trauma juga makenya

      Hapus
  7. Seru ya punya 7 anak. Btw anakku juga sering kena sariawan.

    BalasHapus
  8. Berarti aloe vera bisa untuk obat sariawan ya mbak?

    kebayang rasanya nyes dingin pas dioleskan. semoga tetap sehat dan jadi kebanggaan ibu ya kakak Rofa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dong. Aloclair ini bahan bakunya Aloe Vera...
      Emang terasa dingiiin

      Hapus
  9. Rofa anak yang luar biasa,semoga sehat ya nak. Jadi anak yang selalu bahagia dan membahagiakan kedua orang tua. Maksiii info Aloclair nya. Si kecil kadang-kadang sariawan juga dan biasanya makin sulit saja makannya. Nanti saya cobaa ahhh, apalagi ga terasa pedih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nuhun Teh Sofiiii...
      Mangga dicobian, enakeun cenah

      Hapus
  10. Rofa anak yg luar biasa, semoga sehat terus ya nak. Makasih info tentang Aloclairnya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  11. Balada emak-emak, ya, mbak Liza 😊 waah itu rekomendasi obat sariawannya boleh juga. Di sini juga ada yang gak suka sayur dan buah 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo cobain deh, Mbak. Gak perih sih kata Rofa.

      Hapus
  12. Balada emak-emak, ya, mbak Liza 😊 dan rekomendasi obat sariawannya boleh juga, ada yang gak suka sayur dan buah di sini 😁

    BalasHapus
  13. semoga menjadi anak yang berbakti dan sukses.

    BalasHapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^