Sabtu, 18 Maret 2017

Cara Mudah Berbelanja ala Emak Rempong



Cara mudah berbelanja bagi emak-emak rempong


Adakah ibu-ibu yang tak suka belanja? Bila ada, wow, itu luar biasa. Karena umumnya ibu-ibu itu hobi belanja. Termasuk saya. Rasanya sulit membayangkan keseharian tanpa aktivitas berbelanja ini. Apa lagi dengan perkembangan media sosial dewasa ini, yang menawarkan cara mudah berbelanja bagi emak rempong seperti saya.


Dulu, ketika anak saya masih 3 orang, kami biasa belanja rutin bulanan ke pusat perbelanjaan. Repot, tapi saya masih bisa menikmatinya. Apalagi ketika itu, di sekitar perumahan saya masih sepi. Belum ada minimarket yang didirikan di sekitar perumahan. Tapi kini jangan tanya deh, bertaburan minimarket sejarak beberapa langkah dari rumah.

Selain untuk belanja rutin bulanan, acara berbelanja itu juga menjadi salah satu hiburan buat anak-anak. Karena kami biasanya menyempatkan diri mengajak anak-anak bermain di wahana khusus anak-anak yang biasa disediakan di mall-mall. Berbelanja sekaligus rekreasi. 
 
Berbelanja sekaligus rekreasi bagi anak

Akan tetapi, itu dulu... ketika saya baru memiliki anak 3 orang dan masih menjadi mahmud alias mamah muda. Saat itu, rasanya tubuh tak mudah lelah dan selalu bersemangat. Semangat belanja. Uhuk.

Berbeda dengan sekarang. Dengan jumlah anak di atas rata-rata, 7 anak. Wow! Ditambah faktor usia yang tak lagi muda. Penampilan ternyata tak bisa menipu  Berbagai keluhan mulai terasa mengganggu. Rasa lelah begitu mudah menyapa.

Meski masih menyukai kegiatan berbelanja, tetapi saya mulai tidak menikmati acara jalan-jalan. Tidak seantusias dulu ketika menyusuri toko-toko atau pun menyusuri rak-rak barang. Tidak lagi terpekik gembira saat menemukan harga di toko yang satu lebih murah dari toko yang lain.

Berbelanja berubah menjadi semacam beban yang ingin segera diakhiri. Cepat sampai ke rumah dan beristirahat. Itu saja. 

Namun perkembangan media sosial yang begitu pesat, ternyata membuka celah untuk emak-emak rempong seperti saya. Hanya dengan menggunakan ujung jari, saya bisa memilih-milih barang di toko-toko online tepercaya.

Misalnya dengan menggunakan kemudahan yang ditawarkan Priceza Indonesia. Dengan menggunakan aplikasi ini, kita tak perlu membuang waktu untuk berbelanja  barang-barang yang kita butuhkan. Kita, para ibu, bisa melakukan banyak hal tanpa meninggalkan rumah. Nggak perlu merasakan bermacet-macet ria di jalanan. Nggak perlu dandan (emang suka dandan, Mak? Abaikan!) dan menyiapkan anak-anak.
Berbelanja mudah ala Emak Rempong


Apalagi aplikasi Priceza kini lebih baik lho. Ini kan jelas sangat membantu meringankan kerempongan kaum ibu. Kita bisa mengecek harga sebelum berbelanja . Bisa mencari barang-barang yang kita butuhkan dari toko-toko online terpercaya. Asyik kan ? Makanya, Mom, yuk  download aplikasi sekarang.

Caranya gampang kok. Kita tinggal download 
AplikasiPriceza via App Store,

Atauuu...

 Priceza via Google Play. 


Berbelanja berbonus : Me Time!

Apa jadinya seorang ibu bila tidak memiliki waktu untuk melakukan me time? Aktivitas rutin harian tanpa kesempatan melakukan me-time akan membuat seorang ibu terjebak dalam kebosanan.

Banyak kok pilihannya, Mom. Tak perlu mahal. Bahkan bisa tanpa biaya. Semisal, renang, membaca buku, menonton film drakor, atau bahkan melakukan ibadah dengan khusu’ (ini me time yang paling berkualitas, tentunya).  

Bagi saya pribadi, berbelanja pun merupakan salah satu me time yang menyenangkan. Apalagi bila bisa dilakukan di rumah. Seperti menggunakan aplikasi Priceza ini.  Waktu yang bisa terbuang percuma di jalan, bisa saya gunakan untuk  becanda dengan baby Syahid dan Zidna. 

Tinggal klik. Maka kita bisa memilih-milih barang kebutuhan sekaligus mengecek harga dan mencari harga termurah yang ditawarkan. Okey banget kan?

Selamat menjadi ibu yang bahagia ya, Mom. Meski emak rempong, harus tetap menjadi ibu yang bahagia. Dengan menjadi ibu yang bahagia, percayalah, itu sama dengan membentuk keluarga dan generasi yang ceria dan sehat. ^^.

(Sponsored Post)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^