Minggu, 19 Februari 2017

10 Keluhan Yang Sering Dirasakan Ibu Hamil



Keluhan sering terdengar saat ibu hamil. (poto : Pixabay)



Hamil sejatinya merupakan peristiwa yang membahagiakan.  Menyadari ada keajaiban yang tengah berlangsung dalam rahim, dalam tubuh seorang ibu. Sebuah kehidupan yang tengah berproses menuju kesempunaan. Dan, proses itu berdampak pada  keluhan yang sering dirasakan ibu hamil.


Keluhan Yang Sering Dirasakan Ibu Hamil

1. Sering muntah

Tri semester pertama merupakan masa penuh ‘horor’ bagi saya. Nyaris setiap kali hamil saya mengalami masa mengidam (morningsicknes) yang parah. Perubahan hormonal yang berlangsung dalam tubuh membuat saya kerap muntah-muntah. Bukan hanya di pagi hari, melainkan sepanjang waktu selama berbulan-bulan.

Hal-hal sepele seperti mencium aroma tajam, melihat sinar matahari, dan menyantap makanan yang bercita rasa tajam, akan dengan mudah membuat saya muntah.

Untuk mengatasinya, saya biasa menggunakan masker penutup hidung. Nggak nyaman sih, tapi itu lebih baik dari pada muntah hanya karena mencium aroma tajam yang tiba-tiba terhidu. Sedangkan untuk menyiasati kurangnya asupan makanan yang tentunya dibutuhkan untuk perkembangan janin, saya memaksakan diri untuk mengkonsumsi makanan pengganti. Seperti buah-buahan, sari kurma dan madu.

2. Perubahan warna kulit

Penumpukan pigmen juga sering saya alami ketika hamil, biasanya terjadi di bagian perut, bagian lengan, leher dan dada. Penampakannya seringkali mengerikan, karena bagian tersebut menjadi jauh lebih gelap dari bagian lainnya. Nyaris mendekati gosong.

Akan tetapi, jangan khawatir, Mom, tak lama setelah melahirkan, tumpukan pigmen itu akan berubah menjadi sel-sel kulit mati yang mudah meluruh bila digosok. Alias menjadi daki, yang dengan mudah bisa kita bersihkan.

3. Nyeri perut bagian bawah

Biasanya saya merasa nyeri di bagian bawah perut ketika masuk pada tri semester kedua. Rasa nyeri ini muncul karena pengaruh otot penahan rahim, yang berfungsi agar rahim tetap tegak, ini disebut ligamenta lingkar. Ketika janin tumbuh besar dan rahim terus mengembang, ligamenta lingkar mengalami peregangan hingga menimbulkan nyeri.

 Untuk meredakannya, Mom, saya segera beristirahat. Oya, selain itu, latihan jasmani atau senam hamil dapat meningkatkan kekuatan otot dinding dan dapat mengurangi nyeri lho.

4. Kesulitan bernapas

Nah, keluhan ini biasanya terjadi pada akhir masa kehamilan. Rahim yang tumbuh besar menyita banyak ruang dan menekan diafragma, kan, Mom?  Selain itu perubahan homon  yang turut meningkatkan percepatan pernapasan yang membuat ibu hamil kerap merasakan sulit bernapas.

Untuk mengatasi keluhan ini, sebaiknya kita melakukan posisi tubuh yang benar. Seperti : duduk dan berdiri dengan sikap tegak; berbaring dengan posisi menelentang dengan posisi kepala dan bahu lebih tinggi. Atau, bernapaslah dengan pelahan-lahan dan dalam.
 

5. Sembelit

Nah, ini juga sering juga saya alami. Hal ini diakibatkan kekurangan zat besi dan vitamin serta kurang minum air selama menjalani kehamilan, serta tekanan rahim pada usus halus. Ini bisa menyebabkan ambeien lho. Baca deh cara mengatasi dan mencegah ambeien saat hamil

 Keluhan ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi serat yang terkandung dalam makanan mentah, minum 8 gelas air perhari serta latihan jasmani, seperti : berjalan kaki.

6. Kontraksi

Kontraksi palsu merupakan gejala yang kerap dirasakan pada pada usia kehamilan di atas 20 pekan. Kontraksi yang berlangsung sekitar 1 menit ini ada kalanya terasa nyeri. Untuk meredakan rasa nyeri akibat kontraksi palsu ini, yang biasa saya lakukan adalah beristirahat. Baca juga cara sehat menjalani kehamilan di usia rawan

7. Panas perut

Panas perut adalah rasa kembung yang tidak enak, sakit atau rasa terbakar dalam dada, di belakang tulang dada. Hal ini disebabkan perubahan rahim yang terus membesar menekan lambung sehingga menimbulkan kebocoran asam lambung yang memasuki esophagus bagian bawah.

 Bila mengalami keluhan seperti ini, jangan tiduran di saat perut terasa penuh. Hindari juga makan dalam jumlah banyak sekaligus.  Lebih baik makan sedikit demi sedikit namun sering. Hindari juga makanan yang berbumbu tajam.

Bila  hendak tidur, posisikan kepala lebih tinggi. Dan bila sangat mengganggu, mintalah obat pada dokter.

8. Hidung tersumbat

Perubahan hormon dan peredaran darah bisa mengakibatkan kita mengalami hidung tersumbat dan tampak “ mengalami flu terus-menerus” selama masa kehamilan.
Untuk meredakannya, gunakan obat gosok hidung yang aman dan hindari mengkonsumsi obat-obatan.

Dan bila, mengidap alergi atau memiliki masalah sinus, jangan kaget bila kondisi ini  berlangsung selama kehamilan.

9. Sering buang air kecil

Ini mengganggu banget kan, Mom,  terutama bila tengah diserang batuk. Tekanan rahim pada kantung kemih membatasi kemampuan kantung kemih untuk menampung air seni, akibatnya kita sering merasa sering buang air kecil. 

Bila mengalami hal semacam ini, tindakan yang harus kita  lakukan adalah segera ke kamar kecil. Jangan coba-coba menahannya atau mengurangi konsumsi cairan, sebab minum air sebanyak-banyaknya penting sekali lho dalam kehamilan. 

10. Keputihan

Perubahan hormon dan bertambahnya aliran darah ke vagina menyebabkan meningkatnya cairan vagina.  Selama keputihan tersebut tidak menimbulkan gatal, rasa panas dan bengkak pada bibir kemaluan, hal itu masih normal.

Agar tidak terserang bakteri yang bisa menginfeksi vagina, sebaiknya kita tetap menjaga agar wilayah tersebut tetap sejuk dan kering.

Selain itu, masih banyak keluhan yang dirasakan ibu hamil. Biasanya berkaitan dengan kondisi kesehatan pribadi. Namun, biasanya sih keluhan yang umum terjadi, seperti hal-hal yang saya sebutkan di atas. Semoga bermanfaat ya... 

Jangan lupa juga baca :

Referensi : 
Petunjuk Lengkap Kehamilan, Phillip D. Sloane, M.D. & Salli Benedict, M.Ph. Mitra Utama, Jakarta, 1997.

10 komentar:

  1. Mual2. :( Apalagi kalau bau bakso

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangeeeeeeeettt. siksaan berat kalo tukang bakso lewat.

      Hapus
  2. Kontraksi yang sering. Apalagi kalau kaget. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kirain aku doang, Mbak Esti. Suka kontraksi.

      Hapus
  3. ditambah kembung, kram perut, susah tidur malam. kl siang saya mlh ngantuk melulu. gimanaaa itu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mendingan, Bu, saya pernah loh ngga bisa ngerasain ngantuk. Waktu bedrest 3 bulan.

      Hapus
  4. Penuh perjuangan yo, mbak kehamilan kemarin he he he. (wiwit)

    BalasHapus
  5. Aku baru tiga bulan, tapi paling menyiksa itu rasa mual sama lidah pahit mbak. Sampai sekarang pun aku nggak bisa ngeblog repot sama mualnya. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... saya bulan ke 5/ 6 kemarin tuh, baru bisa nulis. Dinikmati aja ya mbak Riska. Karena gak semua perempuan dapat anugrah merasakan hamil. Semangaaattt

      Hapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^