Jumat, 27 Januari 2017

ASI Booster Tea, Teh Khusus Untuk Ibu Menyusui




ASI Booster Tea minuman herbal pelancar ASI untuk ibu nenyusui
ASI merupakan hadiah terbaik bagi anak sejak awal kehidupannya. Namun tidak semua ibu bisa memberikan ASI secara maksimal sesuai kebutuhan bayinya. Ini juga saya alami saat menyusui Syahid, anak saya yang ke-7.

Saya merasa produktivitas ASI saya jauh berkurang dibanding sebelumnya. Sekarang ASI saya jarang melimpah dan merembes hingga membasahi baju . Hingga saya kerap curiga bila Syahid sulit tidur, jangan-jangan disebabkan ASI-nya kurang.
Saya juga sering berpikir, apakah ini disebabkan faktor usia yang sudah separuh baya? (Separuh baya? wow, berat banget mengakui kenyataan ini). Mungkinkah karena Syahid anak ke-7? Seperti anggapan mitos.  Atau karena asupan makanan yang kurang menunjang produktivitas ASI?
Dari hasil seluncuran di internet saya simpulkan berkurangnya ASI bisa disebabkan karena beberapa faktor berikut.

Faktor penyebab berkurangnya ASI

1. Gangguan psikologis

Seringkali ibu menyusui --dan orang yang berada di sekitarnya-- abai terhadap rasa lelah, cemas, sedih dan berbagai perasaan tak nyaman yang dirasakan. Padahal, semua ketidaknyaman itu bisa menyebabkan menurunnya kualitas dan kuantitas ASI yang dihasilkan.
(Jadi, sangat dianjurkan bila ibu-ibu yang menyusui itu dibahagiakan, agar produksi ASI melimpah. Setuju?)

2. Gangguan hormon

Masa menstruasi juga sering mengakibatkan berkurangnya produktivitas ASI. (Berkurangnya sel darah merah dalam tubuh ternyata berpengaruh juga lho).

3. Gangguan kesehatan

Ibu yang tidak berada dalam kondisi fit, tentu saja tidak bisa menghasilkan ASI sesuai dengan yang dibutuhkan sang buah hati, karena tubuhnya sendiri memerlukan energi lebih untuk bisa bertahan dan memperbaiki sel-sel yang rusak)

4. Kurangnya asupan makanan dan minuman

Makanan yang kaya serat merupakan asupan terbaik bagi ibu menyusui, bila ibu kurang rajin mengkonsumsi makanan berserat dan jarang minum, bukan hal yang luar biasa bila ASI berkurang banyak.

5. Pola hidup yang tidak sehat

Kebiasaan buruk ibu seperti merokok, minum minuman keras, serta obat-obatan sudah barang tentu sangat berpengaruh pada kualitas dan kuantitas ASI.

Nah, saya rasa, penyebab berkurangnya ASI yang saya alami, lebih, karena faktor kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung serat dan sering lupa minum. Jadi bukan karena masalah umur. Apalagi karena faktor anak ke sekian. *pukpuk Syahid
Memang, saya adalah IRT tanpa ART yang selalu repot dengan berbagai urusan rumah tangga,  dan baby Syahid -yang kadang- tidak bisa diajak berdamai (membiarkan ibu metikin, mengolah sayuran yang kaya serat) membuat saya sering mengabaikan asupan serat dalam makanan. Asal kenyang, dan yang paling penting, sempat makan.
Tetapi, kondisi ini tentu saja tidak bisa dibiarkan, demi tumbuh kembangnya di masa depan. Seperti keenam kakaknya, saya pun berniat memberikan ASI Eksklusif dan menyempurnakan ASI hingga usianya 2 tahun.
Karena itu, saya merasa perlu dan –bahkan- wajib meningkatkan produktivitas ASI meski dengan berbagai kerepotan yang tidak bisa dihindari.
Mom, biasanya sih yang saya lakukan setiap kali merasa ASI berkurang adalah hal-hal berikut.

1. Berpikir postif

Ada kalanya saya terjebak dalam perasaan  sedih, cemas dan takut. Manusiawi memang, tetapi bila saya merasa berdampak pada ASI, saya akan berusaha untuk tetap berpikir positif dan mencari cara untuk bisa kembali bahagia. Misalnya dengan banyak bersyukur.

2. Menjaga kesehatan

Seorang ibu haruslah kuat, pesan mamah saya dulu. Karena bila ibu sakit, urusan rumah tangga dijamin kacau balau. Selain itu, bisa membuat Si Kecil turut tertular penyakit. Jadi bila ada gejala sakit, saya akan beristirahat yang cukup dan minum obat aman untuk ibu dan bayi.

3. Sering menyusui

Ajaib memang kinerja tubuh kita, semakin sering kita menyusui, maka produksi ASI akan semakin melimpah. Hal ini tetap saya lakukan meski ada luka dan lecet di bagian puting, atau pada saat PD saya bengkak/nyeri akibat terlambat menyusui.

4. Minum pelancar ASI

Untuk ibu yang sibuk dan sering lupa makan dan minum – seperti saya- minum pelancar ASI merupakan salah satu pilihan bijak. Apalagi sekarang pelancar ASI ini tidak hanya dalam bentuk pil, tetapi dalam bentuk teh. Yaitu, ASI Booster Tea.
Minuman herbal alami  pelancar ASI pertama di Indonesia

Mengapa saya sebut pilihan bijak, sebab, ternyata,  teh pelancar ASI, khususnya ASI Booster Tea,  ini bisa meningkatkan jumlah ASI hingga 900% dalam waktu 24 jam hingga 72 jam. Wow!
Selain itu,  ASI Booster Tea ini herbal yang 100% aman dikonsumsi ibu dan bayi. Dan juga lebih ekonomis, karena kita tidak lagi membutuhkan susu formula khusus ibu menyusui.
Berbeda dengan pelancar ASI berupa pil atau kapsul, minuman herbal ini jelas lebih memiliki efek langsung pada tubuh. Tidak mengherankan, bila jutaan ibu menyusui telah mengkonsumsi teh pelancar ASI pertama di Indonesia ini.

Cara Membuat ASI Booster Tea

Caranya mudah banget, Mom. Setelah diseduh, bisa langsung diminum  tambahan apa pun, bisa juga ditambah gula, madu,  krimer. Atau bahkan jus dan susu (jadinya akan seperti milkshake lho). 

Lihat cara membuatnya :

 
Mom, ASI Booster Tea ini lebih unggul lho daripada pelancar ASI lainnya. Mengapa?
Karena ASI Booster Tea diracik dengan komposisi takaran bahan yang benar-benar tepat dan presisi, sehingga ampuh meningkatkan produktivitas ASI. Membuat ASI melimpah sekaligus aman untuk ibu dan bayi.
Meskipun disebut teh pelancar ASI, minuman herbal ini tidak mengandung daun teh. Melainkan terdiri dari berbagai bahan alami dengan komposisi sebagai berikut :
  • Fenugreek seed
  • Fenugreek powder
  • Fennel seed
  • Fennel powder
  • Cinnam venum
  • Alpinia powder
  • Habbatussauda
 
 
Naah, Mom, bila Anda ingin menyusui dengan optimal, tak ada salahnya mencoba mengkonsumsi herbal alami yang aman untuk ibu dan bayi, ASI BOOSTER TEA.

21 komentar:

  1. jagoan iiih... teh Liza masih bertenaga ngurus bayi, saya mah sudah pendek napas ini bocah masih 7 th sementara usia sudah bukan mahmud teh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... jagoan gak jagoan, ya tetap harus menjalani hidup kaan?

      Hapus
  2. Benar..seorang ibu kalau stress bisa menghalangi lancarnya ASI... berat banget ya perjuangan ibu ini...banyak yang harus dijaga demi buah hati..makanya kadang sampai ada yang kena baby blues..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, karena itu menjadi ibu itu istimewa dan pantas diistimewakan. :)

      Hapus
  3. wah coba jaman aku nyusuin udah ada booster ini yah.. aku sempet kurang asinya pas anak nomor dua soalnya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sekarang ada cara asyik untuk melancarkan ASI. Asi Booster Tea!

      Hapus
  4. Wah, ada alternatif lagi, ya? Selain jamu dan ekstrak daun katu. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa... Lebih asyik karena bisa ditambahkan macem-macem, seperti krimer dan susu. Mantaaaap!

      Hapus
  5. Balasan
    1. Ayo, Mbak Prima... pantes banget kok untuk nyoba ini

      Hapus
  6. Sepertinya saudaraku membutuhkan

    BalasHapus
  7. Belum pernah nyoba asi booster tea yang ini Mba.. Keren juga ya. Herbal alami dan praktis banget. Banyak teman yang cocok pakai ini 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena bentuknya minuman jadi efeknya langsung terasa ya, mbak Arin?

      Hapus
  8. aku pun klo pas bete, mendadak rasanya senewen trs ASI lgsg sereet.. jadi pengen nyoba ASI booster ini, 900% WOW

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo coba mbak Lia... bisa ditambahkan susu, madu, atau krimer

      Hapus
  9. konsultasi ke laktasi juga Mba, tmn saya juga pernh nglamin saat baru lahiran Asi nya ga keluar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, konsultasi ke ahlinya bisa menambah wawasan bagaimana cara meningkatkan ASI

      Hapus
  10. aku sedih, kedua anakku enggak full 2 tahun ASI nya MBak, tapi aku selalu berdoa dan mengupayakan semoga anak-anak selalu sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anjurannya memang 2 tahun, tapi kalo ada kendala ya gak apa-apa juga sih, yang penting anak tetap sehat dan asupan gizinya terpenuhi. Ya kan, Mbak Astin?

      Hapus
  11. Baca ini aku malu. Semangat ya Mbak. Sehat-sehat selalu,

    BalasHapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^