Selasa, 04 Oktober 2016

6 Keajaiban Pelukan Bagi Keluarga




Pelukan hangat bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak dan membuat anak merasa dicintai

Apa yang paling kita inginkan saat merasa kesepian dan depresi? Nasehat panjang, ataukah, sebuah pelukan hangat? Saya yakin, sebuah pelukan hangat lebih saya sukai daripada nasihat panjang. Meski tanpa kata-kata, pelukan hangat dan tulus akan terasa lebih dalam menyentuh hati kita.



6 Keajaiban Pelukan Bagi Keluarga

1. Menciptakan keharmonisan antara suami istri

Adakalanya dalam perjalanan rumah tangga, kita harus menghadapi masalah yang membuat kita berselisih paham dengan pasangan. Perbedaan karakter, ego, juga pola pikir, seringkali membuat kita ngotot mempertahankan diri. 

Alih-alih mencoba mendengarkan pendapat pasangan, biasanya kita lebih memilih mengurung diri dan membenarkan pendapat kita sendiri. Hingga akhirnya kita terjebak dalam situasi yang sama sekali tidak mengenakan, seperti saling mendiamkan pasangan.

Dan ya, saya sering lho mengalami masalah seperti itu. Sulit sekali menjalin komunikasi dengan emosi yang masih meletup di dada. Lantas, bagaimana cara mengakhiri perang dingin itu?

Saya memilih melakukan dengan cara sederhana, yaitu dengan pelukan. Memeluk erat suami meski dada dan kepala terasa 'berasap'.

Mom, terkadang, saat mulut kita tak sanggup mengeluarkan isi hati. Di saat ego kita masih belum juga mau menerima pendapat pasangan, saya memilih tidak mengatakan apa-apa. Namun,  untuk mencairkan kebekuan hubungan, sependek pengalaman saya, pelukan jauh lebih efektif daripada ribuan kata-kata. Nggak percaya? Coba deh buktikan.

2. Menumbuhkan ikatan kasih sayang dalam keluarga


Tahukah, Mom, ketika berpelukan, tubuh kita akan melepaskan sebuah hormon yang bertanggung jawab untuk menumbuhkan ikatan kasih sayang dan cinta, yaitu hormon oxytocin. Hormon inilah yang menimbulkan perasaan nyaman dan tentram, juga perasaan dicintai.

Orangtua yang kerap memeluk anak-anaknya, akan membuat anak-anaknya tumbuh dalam suasana penuh cinta dan saling dukung. Mereka tidak akan merasa sungkan memberikan pelukan hangat untuk mensuport saudaranya yang sedang menghadapi masalah.

3. Mengurangi depresi

Banyaknya masalah yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari sering menimbulkan tekanan tersendiri bagi kita. Kondisi seperti ini bila dibiarkan berlarut-larut, boleh jadi akan berdampak serius bagi kesehatan. 

Pelukan, berdasarkan riset yang dilakukan Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat terhadap ratusan orang, ternyata mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, membuat awet muda, tidur lebih nyenyak dan kehidupan yang lebih sehat.

Bagaimana terhadap anak?

Dari hasil penelitian di University of Itali, diperoleh data yang menunjukkan bahwa anak yang sering mendapatkan pelukan dari orangtuanya akan lebih mudah sembuh dari depresi/stres yang dialaminya. (Jangan salah, Mom, anak juga sering lho mengalami depresi).

4. Menumbuhkan rasa percaya diri

Pelukan hangat yang diberikan orangtua selain dapat menimbulkan ikatan dan kasih sayang yang kuat antara orangtua dan anak, juga akan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Anak yang sering dipeluk akan merasakan derasnya kasih sayang yang mengalir lewat sentuhan kulitnya, ia akan merasa dicintai dan merasa tenteram. Sehingga ia tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi tantangan.

5. Mengatasi tantrum pada anak

 Tidak setiap anak bisa mengatasi rasa kecewanya dengan baik. Kekecewaan yang timbul akibat keinginannya tidak dipenuhi kerap membuat anak menangis heboh dan sulit dihentikan.

Untuk menghadapi anak yang sedang tantrum seperti itu, pelukan hangat dan lembut yang kita berikan akan bekerja lebih efektif daripada omelan menyuruh anak berhenti menangis. 

6. Membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat baik fisik maupun mentalnya

Ada mitos yang berkembang di masyarakat, bahwa bayi sebaiknya tidak terlalu sering digendong supaya tidak 'bau tangan'. Atau, bila bayi menangis, jangan terlalu cepat diangkat supaya tidak menjadi anak yang manja.

Saya pun dulu sempat termakan mitos itu. Khawatir mempunyai anak yang kelak tumbuh cengeng dan manja, saya pun memilih untuk tidak terlalu sering menggendong anak. Atau, membiarkannya menangis beberapa saat sebelum akhirnya saya angkat.

Padahal, berdasarkan penelitian Journal of Epidemiology and Community Health, bayi mendapat inisiasi dini sesaat setelah lahir, akan mentransfer sejenis mikroorganisma yang membuat daya tahan tubuhnya semakin kuat.  

 Dan bila pelukan ini sering diberikan sejak bayi dan sepanjang masa kanak-kanak, akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah stres. Ia pun kelak tumbuh menjadi anak yang penyayang, sehat dan penuh rasa percaya diri.

Ah, ya, berikut tips cara memeluk anak yang benar :


  • Ambil posisi tubuh sejajar dengan anak sehingga sama tinggi

  • Dekap ia dengan kedua tangan sehingga menyelimuti tubuh anak

  • Lakukan selama minimal 3 detik

(Andrea Weiner, Ed.D., penulis buku More Than Saying I Love You: 4 Powerful Steps That Help Children Love Themselves )
Sahabat Moma, mengingat pentingnya pelukan ini, ada baiknya kita melanjutkan pelukan pada anak hingga kelak mereka tumbuh dewasa. Hanya saja, bila kita membiasakannya sejak kecil, kita tidak akan merasa canggung saat memeluk anak-anak kita saat mereka beranjak remaja dan dewasa.

Baca juga : Menjadi Ibu Bahagia 

Referensi :
Bidanku.com

28 komentar:

  1. Iya bener. Kedekatan itu harus dibiasakan sejak dini agar tidak kaku ketika melakukannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huum... saya inget banget dulu ketika si sulung minta gendong, saya gak bisa menggendong karena sedang hamil. Setelah saya bisa menggendong, anaknya udah gak mau digendong dan dipeluk-peluk. hiks...

      Hapus
  2. Suka sama tulisan diatas.

    Anak saya jika sedang marah-marah,nangis saya dekati lalu peluk-peluk biasanya baikan lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneeer... kadang anak tuh cuma pingin dipeluk dan dimanjain

      Hapus
  3. Efeknya jadi ke psikologis yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Hafidzah. KArena memicu tubuh mengeluarkan hormon yang membuat perasaan nyaman dan rileks.

      Hapus
  4. wah ternyata tindakan kecil seperti pelukan saja banyak ya mba manfaatnya buat tumbuh kembang anak... perlu meluk krucils lebih sering nih... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ayo kita budayakan demi kesehatan anak-anak dan ketentraman keluarga ^_^

      Hapus
  5. Aku suka peluk-peluk anak2 dan anak2ku juga kujarin saling memeluk hehe TFS Mbak Liza :)

    BalasHapus
  6. Benar sekali, Mbak, saya telah merasakan manfaatnya yang luar biasa. Misal ketika anak rewel, maka pelukan sepenuh cinta biasanya cepat sekali meredakannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terbukti lebih efektif ya? Apalagi kalo yang meluk itu ayah. Rasanya lebih nyesss...
      Sampai sekarang saya masih inget rasa tentram pas dipeluk ayah... padahal waktu itu usia saya 10 th.

      Selamat memeluk putra-putinya yaaa

      Hapus
  7. saat mereka minta peluk, kadang hati saya merasa senang mbak, inilah kenapa saya gakb sa jauh daru anaak2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuuul.... efek pelukan menumbuhkan rasa nyaman dan rasa bahagia.
      Yuk, peluk erat anak-anak kita.

      Hapus
  8. harus rajin-rajin meluk anak saya nih :)
    makasih artikelnya Mba, jadi tahu ternyata banyak banget manfaat pelukan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama... makasih juga sudah mampir di sini.
      Ternyata membuat anak merasa percaya diri itu simpel yaa.
      Dengan sering memeluk.

      Hapus
  9. Balasan
    1. Ayo siniiiii.... mo pelukan model apa?

      Hapus
  10. Emang kalau dipeluk itu terasa nyaman yak.. hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyaman banget, Maaak... Efektif juga buat mengurangi stresnya menghadapi tanggal tua. hahaha

      Hapus
  11. Wah...ini mah bener banget, tanpa kita sadari ya ternyata pelukan itu bermanfaat. Saya kalau habis marahin anak2 sesudahnya lgsg dipeluk sambil saya bisiki,"Semua itu karena Bunda sayang sama kamu...Langsung deh si bocah mencair...Keren mba infonya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan kayaknya anak-anak lebih nurut justru setelah kita peluk-peluk ya? Bukan pas waktu kita omelin...

      Hapus
  12. uwaaaw terima kasih sharingnya mba Liza, jadi pengen melukin anak satu-satu. huhu sayang, sulungku jauh. eh btw, kemarin saya merasa dizholimi sama salah satu penerbit. sedih banget. curhat ke suami. dipeluk deh, eh gak lama lah sedihnya menguap. entah pelukannya kekencengan, entah dia yg pandai menghibur wakakaka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelukan emang bikin dunia terasa endaaah kok Mbak Adya. Bikin yang semula suntuk jadi ngemplong. Yuk, berpelukan...

      Hapus
  13. Aku suka memeluk anakku...setiap hari mau lagi sibuk atau apa aku usahain peluk dia. Walaupun abis itu lanjut dengan kegiatan masing-masing lagi. Pelukan menandakan afeksi kita ke dia, kalau kita sayang dia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget.... sebetulnya, bukan cuma anak yang merasa nyaman, tetapi kita pun merasa nyaman dengan pelukan itu.

      Hapus
  14. Mbak, artikelnya ini mau dong direpost di Rocking Mama :)

    BalasHapus
  15. Benar banget sih, cuma karena pelukan yang berapa detik doang, efek positifnya terbenam dalam diri. Good words!

    Salam,
    Syanu.

    BalasHapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^