Sabtu, 06 Agustus 2016

Repotnya Bila Anak Diare




Cerita yang tersisa setelah lebaran kemarin adalah anak-anak bergiliran sakit. Termasuk Si Kecil. Ia terkena diare. Nah, anak diare ini termasuk persoalan yang tidak bisa dianggap sepele, Mom. Tidak bagi saya. Mengapa? Sebab, meski terlihat sepele, diare sering berakibat fatal lho.




Selain membuat repot, anak diare juga harus dijaga agar tak mengalami dehidrasi. 
Sumber foto : Google


Penyakit yang sebagian besar disebabkan oleh Rotavirus ini, memang bisa sembuh dengan sendirinya, karena sebetulnya, diare merupakan mekanisme pertahanan tubuh. Dengan diare, virus yang berada dalam tubuh dipaksa keluar bersama kotoran.

Namun kita harus waspada akan bahaya dehidrasi pada anak akibat buang air besar yang terlalu sering, dengan konsistensi feses lebih lembek dan berair. Kita tahu, cairan merupakan kandungan terbesar yang sangat diperlukan oleh tubuh. Hilangnya cairan tubuh akibat diare juga diikuti dengan lenyapnya kandungan mineral atau elektrolit yang memegang peranan penting dalam metabolisme tubuh.

Dalam sehari anak yang mengalami diare bisa mengeluarkan cairan kotoran berkali-kali. Dan itu biasanya tak bisa dikendalikan dengan buru-buru membawanya ke kamar mandi. Terbayang 'kan repotnya? Selain mengeluarkan aroma busuk yang khas, kotoran akibat diare juga bisa berceceran di mana-mana bila anak tidak memakai popok.

Persoalannya, terkadang mencari  ukuran popok yang pas dan nyaman dipakai anak, tidak selalu tersedia di warung dan lokasi-lokasi terdekat. Itulah salah satu persoalan yang saya hadapi ketika Si Kecil sakit.

 Ukuran tubuhnya yang besar menyebabkan saya kesulitan mencari ukuran popok yang sesuai untuknya, sementara kesempatan untuk keluar rumah tentulah sulit didapat. Akhirnya, dengan sangat terpaksa, saya memakaikan popok dengan ukuran yang lebih kecil.

Andai saja ketika itu saya sudah mengenal Priceza, mungkin saya tidak harus mengalami kerepotan seperti saat itu. Bayangkan, tanpa keluar rumah, kita bisa mendapatkan ukuran popok yang sesuai kebutuhan dengan harga miring dan kualitas sesuai harapan.

Ya, diare memang merepotkan, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan penanganan dan perhatian serius pada kondisi anak. Baik terhadap asupan cairan pada tubuh, juga penanganan dalam mengatasi kotoran anak yang bisa menyebabkan penularan penyakit ke seantero rumah. Ya, kita tentu tahu, bahwa diare sangat menular. Maka, penanganan kotorannya pun tidak bisa dianggap sepele.

Bagi saya, selain memberikan obat untuk mengurangi keluarnya kotoran secara terus-menerus (saya selalu membawa anak ke dokter dan menghindari penggunaan obat warung), penggunaan popok juga amat penting. Selain membantu mengurangi kerepotan, juga bisa membantu mencegah penularan virus diare ke anggota keluarga yang lain.

Nah, setelah Si Kecil sembuh, hmm, kayaknya saya mulai berpikir untuk membelikannya mainan yang bermanfaat untuk melatih keseimbangan tubuhnya. Permainan yang sedang in di sekitar rumah adalah sepatu roda ! Tentu, saya akan memilih yang sesuai dengan isi kantong. ^_^

 Semoga dengan sepatu roda, keseimbangan fisik Si Kecil semakin baik dan hari-harinya menjadi lebih menyenangkan.

Sahabat Moma, semoga tulisan ini bermanfaat....

2 komentar:

  1. Kalau balita diare tak pakai popok memang repot. Selain kasihan juga kalau pupnya belepotan. Kalau nempel2 di kasur, kursi susah dibersihkan. Kalau nggak bersih yang ada anggota keluarga lain bisa ketularan juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuuuul... Popok memang sangat membantu mengurangi kerepotan saat anak diare. Kadang yang susah nyari popok yang sesuai dengan ukuran anak.

      Hapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^