Kamis, 18 Agustus 2016

Makna Kemerdekaan Bagi Kita Saat Ini


Gegap  hari kemerdekaan masih terasa. Ruas-ruas jalan masih berhiaskan bendera untuk merayakan HUT RI yang ke 71. Waktu yang cukup panjang  untuk perjalanan sebuah bangsa merdeka.  Bagaimana kita memaknai kemerdekaan di masa sekarang?


Apa makna kemerdekaan bagi kita?

Memaknai Kemerdekaan 


Berbagai peristiwa telah terjadi  di negeri ini, sejak kakek-nenek  kita, dulu, dengan sepenuh jiwa raga berteriak  : Merdeka!  

Peristiwa paling menggetarkan jiwa, lebih dari setengah abad yang lalu. Ketika Sukarno -Hatta memproklamirkan kemerdekaan bangsa ini. Membebaskan diri dari penjajahan bangsa mana pun atas bumi pertiwi. Menuntut persamaan hak dan persamaan derajat atas kemanusiaan. Hak asasi yang sejatinya telah kita miliki sejak kita terlahir ke alam ini.

Sebuah peristiwa akbar yang telah menguras harta, airmata, darah bahkan jiwa para pejuang, kakek dan nenek kita dulu. Mereka rela mengorbankan apa saja yang dimiliki demi meraih kemerdekaan yang hari ini telah kita reguk dengan suka cita.

Namun, sebagai generasi pewaris, bagaimanakah kita memaknai kemerdekaan tersebut?

Pertanyaan ini semakin menarik ketika saya membaca beberapa pendapat mengenai kemerdekaan ini di timeline saya.Ternyata setiap orang di alam kemerdekaan ini, memiliki definisi yang berbeda satu sama lain.  Kemerdekaan diukur dan dinilai dari sudut pandang  diri sendiri. 

Ada yang menganggap merdeka itu, bila kita bebas melakukan pekerjaan yang kita sukai tanpa gangguan. Ada  yang mengatakan bahwa merdeka itu bila bisa membeli barang yang kita inginkan tanpa mengkhawatirkan isi dompet. Merdeka, bila bisa bebas mengeksresikan diri sesuka-sukanya tanpa khawatir ada yang memprotes.
Dan lain-lain.

Karena setiap orang memiliki tolok ukur yang berbeda dalam memaknai kemerdekaan.
Maka tidaklah mengherankan bila kemudian ada yang mengatakan bahwa kita belum merdeka. Ironis, memang. Seolah-olah kemerdekaan ini tidak memiliki arti apa-apa baginya.
 
Padahal, bangsa yang besar sesungguhnya adalah bangsa yang bisa menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Bagaimana mungkin sebuah bangsa akan menjadi bangsa yang besar, bila kita tak menghargai para pejuang.  Tidak menghargai pengorbanan dan cita-cita luhur mereka?
 
Tengoklah kebanyakan pemuda sekarang, generasi yang tumbuh tanpa mengenal pahlawan bangsa, kecuali secuil sejarah yang dijejalkan di bangku-bangku sekolah.
Mereka seolah-olah generasi yang hilang arah. Tak mengenal lagi nilai-nilai luhur bangsa. Asing dengan budaya sendiri, kehilangan identitas bangsa. Kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang terkenal santun dan ramah.

Seperti halnya gotong royong, yang selama ini menjadi ciri khas bangsa. Kebiasaan yang mulai pudar dewasa ini, diulas secara menarik oleh Virly Kumala Aluh dalam blog pribadinya:
 Tentang Indonesia dan Gotong Royong

Ini tentu menjadi PR bagi kita semua, siapa saja yang mencintai negeri ini. Demi menjaga nilai-nilai kemerdekaan. Demi menghargai dan menghormati jasa-jasa para pahlawan. Demi mewariskan kondisi yang lebih baik bagi anak cucu kita kelak.

Nah, Sahabat Moma, semoga tulisan ini bermanfaat.

 

15 komentar:

  1. aku jg lg berusha mbk nanenim rasa cinta tanah air ke si kecil, sm org2 sekitarq juga, doakan berhasil yak, tengkiu renungannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    2. Semoga sukses mbak Indaaaa.... Semangaaaaattt

      Hapus
  2. Merdeka itu bebas beli apa saja tnp khawatir isi dompet. Setujuuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. merdeka bangeeeeet itu mah yaaaa.... heheheh

      Hapus
  3. kalo sekarang zamannya kemerdekaan berekspresi ya mbak. sampe pusing memilah mana yang hak azasi dan mana yang bukan karena semua ingin bebas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huum.... ukuran kemerdekaannya sesuai dengan nafsu. Gak peduli itu bisa mendholimi orang lain. Ukuran dan acuannya gak jelas.

      Hapus
  4. Mereka seolah-olah generasi yang hilang arah. Tak mengenal lagi nilai-nilai luhur bangsa. Asing dengan budaya sendiri, kehilangan identitas bangsa. Kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang terkenal santun dan ramah ---- > betul ini mak liza, semoga di saat anak-anak kita sudah besar, indonesia lebih baik, merdeka !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang tidak semua seperti itu ya, Mak Maria, hanya kecenderungan yang terlihat sekarang seperti itu.
      Semoga anak-anak kita bisa lebih bangga dengan jati dirinya sebagai orang Indonesia.

      Hapus
  5. Semua pada pudar, apalagi untuk yang ada di perkotaan.

    BalasHapus
  6. Mulai menanamkan rasa Cinta tanah air ke diri sendiri dan keluarga. Soalnya kadang aku masih suka sama yg dr luar negeri.. Gitu... Ekwkwke

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... rumput tetangga selalu tampak lebih hijau ya mbak Witri? Memang usaha lebih keras untuk mencintai tanah air.

      Hapus
  7. Bener banget mba tulisannya, dan kita sebagai orang tua wajib memberi amanah kepada anak - anak agar semangat dan jiwa nasionalisme tetap Indonesia:).

    Merdeka menurut saya adalah bebas finansial secara keseluruhan #lol #becanda mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huum... perjuangan harus tetap berlanjut.
      Terutama tanggal tua.*eh?!

      Hapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^