Kamis, 09 Juni 2016

Menjadi Ibu Rumah Tangga Tak Biasa

Puluhan tahun silam, seorang senior di almamater pernah bertanya, apa cita-cita saya setelah tamat kuliah. Dulu, saya jawab dengan penuh keyakinan, bahwa cita-cita saya adalah menjadi ibu rumah tangga.

Jawaban tak biasa ini tentu saja mengundang tawa senior saya itu, sehingga -karena merasa jawaban saya tak serius- ia menanyakan hingga berulang kali. Dan, saya dengan keras kepala menjawab, "Saya memang hanya ingin menjadi ibu rumah tangga. Apakah salah bila saya bercita-cita menjadi ibu rumah tangga? Apakah seorang ibu rumah tangga tak boleh kuliah?"

Menjadi ibu rumah tangga tak biasa

Qodarullah...
Allah Yang Maha Rahim menakdirkan seorang lelaki baik yang mencari ibu rumah tangga dan bukan wanita karir untuk menjadi pendampingnya. Alhamdulillah, hingga saat ini...

Namun ternyata, hidup ini menyimpan banyak misteri.
Menjadi ibu rumah tangga tak semudah yang saya bayangkan.
Lantas, saya pun terbanting-banting dalam memenuhi cita-cita mulia ini.

Banyaknya anak yang terlahir menciptakan tuntutan-tuntutan yang membuat saya harus mau menggali seluruh potensi yang saya miliki.  Tuntutan yang pada mulanya berawal dari sebuah kesenangan, sebuah hobi, namun pada akhirnya menciptakan ketergantungan baik secara moril maupun materil.

Menulis yang semula hanyalah hobi, pelahan berubah menjadi kebutuhan.
Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri serta kebutuhan untuk mendapatkan materi.

Namun sayang, media cetak mulai berguguran. Ini bukanlah kabar gembira bagi saya yang baru merintis ke dunia penulis.
Lalu, saya mulai melirik media online. Terlebih, selama dua tahun ini saya telah menjadi kontributor di salah satu media parenting online theasianparent.com

Saya mulai berpikir untuk membangun sebuah rumah di dunia maya. Rumah milik saya sendiri. Rumah yang saya harap mampu membuat pemiliknya terus produktif, berbagi berbagai pengalaman tentang dunia anak dan berbagai kisah inspiratif kepada para pengunjungnya.

Dan, sebuah rumah yang juga mampu menjadi sumber penghasilan tambahan bagi saya. Sebagai jalan untuk bisa berbuat jauh lebih banyak dan lebih baik bagi orang-orang yang berada di sekitar saya.

Sayangnya, pengetahuan saya tentang dunia blogger amat sedikit. Meski bergabung dengan berbagai komunitas blogger, blog pribadi saya masih terasa jalan di tempat. Saya membutuhkan sebuah kelas penulis blogger yang bisa membantu saya membangun rumah maya yang nyaman dan -tentunya- kelak bisa menghasilkan.

Saya sangat ingin aktif di dunia blogger dan menimba ilmu bagaimana cara mengoptimalkan blog yang saya miliki, agar bisa bermanfaat bagi saya, keluarga dan orang banyak.

Hmmm, saya ingin membuktikan, bahwa menjadi ibu rumah tangga pun bisa berbuat banyak. Salah satunya menjadi blogger berpenghasilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^