Kamis, 17 Maret 2016

3 Penyebab Anak Suka Berbohong


Mengapa anak suka berbohong?

Anak suka berbohong sepertinya sepertinya aneh ya? Terutama kalau masih balita. Kita selalu beranggapan, anak itu selalu jujur. Tetapi ternyata saya sering lho mendapati anak-anak berbohong.



Dari beberapa pengalaman saya bersama buah hati, ada beberapa penyebab anak suka berbohong. Yaitu :

1. Mendapatkan rasa aman

Seringkali anak melakukan kebohongan untuk menghindarkan diri dari kondisi  yang membuatnya takut atau merasa terancam. Misal, ketika ia tak sengaja memecahkan barang kesayangan ibu, rasa takut akan reaksi ibu, bisa membuatnya berbohong agar terhindar dari kemarahan ibu.

2. Agar dianggap hebat dan keren

Keinginan agar dianggap hebat dan keren tak jarang membuat anak melebih-lebihkan cerita yang seluruhnya berisi kebohongan. Ia menikmati kekaguman orang-orang yang ada di sekitarnya ketika mendengar ceritanya.

3. Untuk mendapatkan kenyamanan

Rasa nyaman merupakan tujuan yang paling ingin didapat anak ketika mereka berbohong.  Tidak mau sekolah dengan alasan sakit, merupakan kebohongan yang umum terjadi karena anak malas sekolah dan merasa nyaman berada di rumah.

Jahatkah perilaku anak suka berbohong ini?


Dalam buku "Nyebur Ke Dunia Anak", psikolog Endah Kurniadarmi menyebutkan bahwa perilaku berbohong yang dilakukan anak bukanlah sebuah kejahatan.

 Lebih jauh Endah menjelaskan, perilaku berbohong yang biasa dilakukan anak merupakan proses perkembangan moral yang normal pada anak. Terutama pada anak usia sekolah. Karena pada tahap usia seperti ini, mereka mengalami perkembangan moral, perkembangan fisik, perkembangan kognitif, perkembangan sosial dan yang lainnya.

Lantas bagaimana cara menyikapi anak suka berbohong?


Sahabat Moma, kita tentu mafhum, bahwa kebiasaan berbohong merupakan kebiasaan buruk yang bisa menjadi perilaku menetap pada anak-anak kita. Berbohong, meskipun tercatat sebagai dosa kecil, namun merupakan pintu gerbang untuk melakukan tindak kejahatan yang lebih besar.

Jangan lupa, berbohong juga merupakan salah satu sifat munafik yang tentunya tak ingin kita temukan dalam diri anak-anak kita.

Dari beberapa sumber, berikut tindakan yang bisa sahabat Moma lakukan agar anak berhenti berbohong--- atau, minimal mengurangi kebiasaan berbohong pada anak. (Ini merupakan PR juga buat saya pribadi, karena berbohong selain menular juga sangat mudah dilakukan oleh anak-anak, dan bahkan kita sendiri)


1. Ciptakan komunikasi yang sehat

Komunikasi yang sehat hanya akan tercipta manakala anak merasa mendapat kesempatan mengungkapkan perasaan dan keinginannya tanpa dibayangi rasa takut yang berlebihan. A.nak tak perlu berbohong agar terhindar dari ketakutan-ketakutan yang menghantuinya.

Misalnya : ketika ia tidak ingin sekolah karena takut dibully  oleh teman-temannya. Ia bisa mengatakannya dengan terus terang kepada orangtuanya.

2. Bantu anak mengatasi rasa tidak nyaman

Rasa tidak nyaman kerap merupakan alasan anak melakukan tindakan berbohong, dengan membantu anak mengatasi penyebab dari timbulnya  rasa tidak nyaman, kita telah membantu anak untuk mengurangi alasan untuk berbohong.

3. Menciptakan lingkungan yang kondusif

Anak adalah pembelajar sejati. Sejuta kali kita melarang anak berbohong, namun kita sendiri kerap berbohong, maka sia-sialah upaya yang kita lakukan.

4. Mengingatkan anak tanpa bosan

Seringkali anak berbohong tanpa menyadari keburukannya. Terutama pada anak balita. Sebagai orangtua, kita-lah yang bertanggung jawab untuk menjelaskan keburukan perilaku ini serta akibatnya kelak di kemudian hari. Dan, jangan pernah merasa bosan mengingatkan anak ya, Mom.

Sahabat Moma, terima kasih sudah membaca tulisan ini hingga selesai.
Semoga artikel ini bermanfaat dan kita bisa menjaga anak-anak agar terhindar dari kebiasaan buruk di atas.




4 komentar:

  1. Bahan masukan dan pembelajaran bagus untuk para orang tua

    BalasHapus
  2. Anakku masuk kategori ini. Dia mulai suka bohong deh

    BalasHapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^