Selasa, 22 Maret 2016

7 Tips Terapi Bicara Yang Sederhana Untuk Anak Terlambat Bicara


Bermain gelembung sabun merupakan salah satu terapi bicara sederhana untuk anak 

Sahabat Moma, ketika tim obsevasi di klinik tumbuh kembang menyarankan agar anak saya yang terlambat bicara harus menjalani terapi bicara, sepertinya kami tidak memiliki pilihan selain mengikuti saran yang diberikan.


Dokter anak menjadualkan 2 sesi terapi bicara dan 1 sesi terapi motorik untuk anak saya. Meski lokasi terapi sangat jauh dari rumah (3 kali berganti kendaraan  umum), saya tetap antusias mengikuti jadual yang diberikan.

Akan tetapi, tidak demikian dengan anak saya. Suasana yang asing, dan bertatap muka dengan orang asing tanpa didampingi orangtua membuatnya ketakutan. Usianya hampir 3 tahun ketika itu. Satu jam pertama dilaluinya dengan menangis heboh hingga akhir pertemuan.

Pada  sesi terapi bicara berikutnya, ia masih tetap menangis. Terapis yang baik hati itu pun akhirnya menyerah, ia membiarkan saya mendampingi anak saya dalam sesi-sesi terapi bicara. Pada kesempatan tersebut, terapis banyak mengajari saya untuk melakukan terapi sendiri di rumah agar perkembangan anak saya bisa lebih cepat.

Kegiatan terapi bicara sederhana yang bisa kita lakukan di rumah, selain menyenangkan bagi anak juga murah dan mudah lho, Mom.

Terapi  Bicara Sederhana Untuk Anak Terlambat Bicara


1. Balon Sabun

Sediakan : gelas plastik, sabun cair, sedotan,
Tindakan : isi gelas dengan sabun cair dan air secukupnya. Ajari anak meniup air dan sabun hingga menimbulkan gelembung-gelembung dan suara. Awasi anak agar tidak menyedot cairan tersebut.

2. Kertas Terbang

Sediakan : gelas plastik, kertas warna-warni/ kertas sembarang.
Tindakan : guntinglah kertas hingga menjadi potongan-potongan kecil, lalu simpan di dalam gelas yang telah disediakan (oya, gelas harus dalam kondisi kering ya, Mom). Ajari anak meniup kertas-kertas itu hingga kertas beterbangan.

Kegiatan ini biasanya menyenangkan buat si kecil, namun sedikit  merepotkan, karena Moma harus membersihkan remahan kertas itu. (Nggak papa kan, Mom, namanya juga usaha).

3. Menyedot Minuman

Ah, kegiatan ini sering sekali dilakukan si Kecil kan, Moma? Ya, ternyata kegiatan ini sangat bermanfaat untuk melatih mulut anak. (Tidak mengapa sesekali anak diberi es cendol atau cingcau yang membuat sedotan anak mampet, terus motivasi anak agar menyedot melalui sedotan yang mampet itu).

4. Menyeruput Mie

Tahukah, Sahabat Moma, bahwa tindakan tanpa sadar yang dilakukan anak saat menyeruput mie yang tengah disantapnya sangat berguna untuk melatih anak dalam berbicara? Ya, ternyata memang bermanfaat lho buat anak. Dan itulah  salah satu saran yang dianjuran oleh terapis anak saya dulu.

5. Meniup Balon atau Gelembung Sabun

Meniup balon atau gelembung sabun merupakan salah satu jenis terapi yang juga disarankan untuk anak terlambat bicara. Moma bisa memilihkan jenis balon yang aman untuk anak, dan tentu saja, jenis yang disukai anak.

6. Menjilat Bibir

Gerakan menjilat bibir ini tampak amat sepele ya, Mom? Tapi, saya perhatikan, dua anak saya yang mengalami terlambat bicara, kesulitan menjilat bibirnya. Baik bibir atas,maupun bibir bawahnya. Libah mereka relatif terlalu kaku untuk digerakkan.

Mintalah mereka sering-sering menjilat bibirnya dalam berbagai kesempatan. (Saya dulu bahkan sempat mengoleskan madu agar anak saya mau menjilati bibirnya, hehehe). Bila anak Anda bisa meminum susu dengan menggunakan gelas, Anda bisa memintanya menjilati bibir setelah mereka minum susu, selain menghilangkan bekas susu yang menempel, juga bisa melenturkan lidahnya.

7. Meniup Lilin

Nah, nah, ternyata kegiatan meniup lilin juga bermanfaat lho bagi terapi anak  yang terlambat bicara. Ini sangat mudahkan, Mom? Anda hanya perlu menyediakan lilin dan menyalakannya. Mintalah anak Anda meniup lilin tersebut hingga padam. Lalukan permainan ini hingga anak merasa bosan. Jangan lupa, Anda harus mengawasinya ketika melakukan permainan ini.

Sahabat Moma, hal-hal di atas merupakan sebagian terapi  sederhana yang bisa kita terapkan di rumah untuk membantu anak kita yang terlambat bicara. Namun, selain itu, ada beberapa kegiatan lain yang juga amat membantu anak dalam meningkatkan kemampuan bicaranya.


Berikut kegiatan terapi bicara yang bermanfaat untuk membantu anak terlambat bicara :


1. Ngobrol

Ajaklah anak Anda untuk ngobrol dalam berbagai kesempatan. Tataplah matanya dan dengarkan ia ketika ia mencoba bicara. Yakinkan, bahwa Anda siap mendengarkan dan mengerti suara yang keluar dari mulutnya.

2. Masukkan dalam sekolah yang ramah untuknya

Ya, Anda bisa memilihkan sekolah yang ramah dan cocok untuknya. Sekolah yang bisa membantunya belajar bersosialisasi dan  melibatkannya untuk aktif berkomunikasi dengan teman-temannya. Dalam hal ini, Anda sangat perlu menjelaskan kepada pihak sekolah, terutama guru, agar lebih memahami dan memahami kesulitan anak.

3. Libatkan ia dalam percakapan di depan orang-orang tanpa membuatnya merasa malu.

Sahabat Moma pasti memahami, bagaimana cara membangun rasa percaya diri anak di depan orang banyak. Mulailah dari lingkungan terdekat. Dan hindari melecehkan anak yang belum bisa bicara, mungkin Anda bisa membantunya, agar orang mengerti kata-kata yang keluar dari mulutnya.

4. Sediakan perangkat audio visual

Stimulasi anak dengan tontonan yang menarik, baik berupa lagu anak-anak, video audio visual sederhana yang membuat anak tertarik untuk mengikuti suara yang didengarnya. Anda bisa menyediakan VCD yang baik bagi anak.

Demikianlah sedikit  pengalaman yang telah saya lalui dulu bersama anak ketiga saya ketika harus memberikan terapi bicara. (Dan ternyata, ini pun menjadi PR bagi saya ketika menghadapi anak terakhir yang juga terlambat bicara). Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Sahabat Moma semua. Salaaam... dan tetap semangat!  ^_^

Barangkali Sahabat Moma tertarik untuk membaca :
Tips Sederhana Deteksi Dini Anak Terlambat Bicara
5 Penyebab Anak Terlambat Bicara

2 komentar:

  1. Beneran tuh mbak saya juga dr dulu suka bermain sambil tiup balon biar anak cepet ngomong :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.... sebenernya terapi itu bisa sederhana, mudah, murah dan menyenangkan ya..
      Terima kasih sudah menitipkan jejak di sini ^^

      Hapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^