Sabtu, 19 Maret 2016

5 Penyebab Anak Terlambat Bicara



Ada banyak penyebab anak terlambat bicara


Memiliki anak yang bawel, cerewet, penuh rasa ingin tahu memang membahagiakan. Sayangnya, tidak semua orangtua memiliki kesempatan memiliki anak-anak seperti ini. Karena dalam perkembangannya, ada anak yang mengalami terlambat bicara.

 Sahabat Moma, tentu kita tahu, secara umum proses perkembangan bicara pada anak  berlangsung sejak bulan-bulan pertama dalam kehidupannya hingga  anak usia 2 tahun.  Pada masa ini, anak akan mengalami beberapa fase dalam perkembangannya.

Perkembangan Fase Bicara Pada Anak :


  1. Mampu menerima bahasa isyarat
  2. Mampu melakukan bahasa isyarat   
  3. Mampu menerima bahasa verbal 
  4. Mampu melakukan bahasa verbal.
Alangkah menakjubkannya, bila kita memperhatikan proses perkembangan seorang bayi hingga ia menjadi anak yang mahir berbicara. Dari tangisan yang bersifat naluriah, bayi memahami ada sebuah interaksi yang tercipta antara dirinya dan orang-orang yang ada di sekitarnya.


Pada masa-masa awal ini, seiring pertambahan usia dan pengalaman yang diterimanya, bayi mulai mengeluarkan bunyi-bunyian, mengoceh tak jelas dan menggerak-gerakkan anggota tubuhnya untuk mengekspresikan perasaaannya.

 Semakin lama bunyi dan suara yang dikeluarkannya akan menemukan bentuknya dan semakin sempurna hingga ia mampu berkomunikasi dengan orang lain secara baik. Hampir semua anak akan melewati tahapan ini dengan mulus dan tanpa hambatan. Bahkan, tak jarang kita merasa gemas dan tak sabar dengan kebawelan yang mereka yang tak ada habisnya. 
 
Akan tetapi, ada juga anak yang mengalami keterlambatan bicara. Ia tidak mengalami proses yang sama dengan anak-anak pada umumnya.

Anak-anak yang mengalami terlambat bicara biasanya tidak akan melalui perkembangan seperti yang disebutkan di atas. Mereka tidak mengoceh dan mengeluarkan bunyi-bunyian, sekalipun sedang mendengarkan lagu anak-anak. Mereka cenderung diam dan terlihat masa bodoh dengan lingkungan.

Apa yang menyebabkan anak terlambat bicara?

5 Penyebab Anak Terlambat Bicara


1.Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif

Anak yang mengalami gejala autisme dan hiperaktif akan mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian pada suara-suara yang berasal dari luar dirinya. Perhatian mereka biasanya terpusat pada hal-hal tertentu, sehingga abai terhadap lingkungan
.
Mereka tidak memberikan respon yang sesuai dengan harapan orangtuanya, karena terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.

2. Gangguan dalam fungsi pendengaran

Anak yang mengalami gangguan pendengaran, secara otomatis tidak bisa menangkap bunyi-bunyian dengan baik. Dan ia pun tidak bisa merespon dan mengeluarkan bunyi yang sesuai.

3. Keterlambatan perkembangan mental

Anak yang mengalami hambatan dalam perkembangan mentalnya, juga sulit menerima dan memberikan respon atas stimulus yang diterimanya. Seperti yang terjadi pada anak downsyndrome, anak delayed

4. Anak yang kurang mendapat stimuli dari lingkungan

Anak yang terbiasa dibiarkan bermain sendiri, kurang mendapat perhatian, kurang diajak bercakap-cakap dan jarang mendapat stimuli yang baik juga akan mengalami terlambat bicara bila dibandingkan dengan teman-teman seusianya.

5. Pemberian pola MPASI yang salah

Pola MPASI yang salah merupakan salah satu penyebab anak terlambat bicara yang kurang diketahui orangtua. Karena, dalam perkembangannya tidak semua anak yang salah dalam memberikan MPASI terlambat bicara.

Salah satunya adalah terlalu lama mengkonsumsi bubur susu,  seperti yang terjadi pada dua orang anak saya, ternyata juga bisa menyebabkan anak terlambat bicara. Hal ini dikarenakan, anak melewatkan proses mengunyah makanan.

 Proses mengunyah ini  yang merupakan rangkaian dari proses yang dilakukan anak yang berkaitan erat dengan pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh yang menunjang artikulasi bicara anak.

Anak bungsu saya, hingga di usianya yang 3,5 tahun, masih mengkonsumsi bubur susu. Kebiasaannya langsung menelan begitu saja bubur yang masuk ke mulutnya membuat lidahnya tidak lentur. Ia mengalami kesulitan untuk menyebutkan hurup-hurup konsonan yang mengharuskannya menggunakan lidahnya dengan baik.

Hal ini pernah terjadi juga pada kakaknya, anak ketiga saya. Ia baru bisa menyebutkan huruf mati ketika mulai terbiasa mengkonsumsi makanan berat yang mengharuskannya sering menggunakan lidahnya dalam mengatur posisi makanan di dalam mulutnya.

Selain itu, makanan yang terlalu lunak dan encer itu juga menyebabkan otot-otot di sekitar mulut tidak terlatih dengan baik.

Nah, apakah yang harus kita lakukan jika Si Kecil terlambat bicara?


Sahabat Moma, apabila kita menemukan kejanggalan dalam perkembangan buah hati, terutama ketika anak terlambat bicara, ada baiknya kita memeriksakan anak pada layanan tumbuh kembang anak di lokasi terdekat, agar mengetahui kita mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi gangguan tersebut.

Biasanya anak akan diobsevasi terlebih dahulu oleh tenaga ahli yang  kompeten di bidangnya. Seperti dokter spesialis, psikolog dan terapis. Hasil observasi inilah yang kemudian menjadi patokan orangtua untuk mengambil tindakan yang perlu untuk mengatasi masalah yang dihadapi anak. Salah satunya adalah terapi bicara.

Dalam artikel selanjutnya akan saya bahas tentang Tips Sederhana Deteksi Dini Anak Terlambat Bicara dan cara memberikan terapi yang bisa dilakukan di rumah dengan 7 Tips Terapi Bicara Sederhana Untuk Anak Terlambat Bicara.

Semoga tulisan di atas bermanfaat. Terima kasih atas kunjungan Sahabat Moma sekalian. Saya akan sangat senang bila Anda meninggalkan kesan dan komentar di kolom yang telah disediakan. Salam^^.


9 komentar:

  1. Fatih juga lambat bicara lancar, gejalanya ada di antara 5 itu.

    BalasHapus
  2. Perkembangan anak memang beda-beda ya Mbak Naqi. Meski kita berusaha sama dalam memperlakukan dan mendidik mereka.
    Makasih udah mampir ^^

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Makasih juga atas kunjungan dan jejaknya, mbak Tetty.
      Salaaam

      Hapus
    2. Makasih juga atas kunjungan dan jejaknya, mbak Tetty.
      Salaaam

      Hapus
  4. Bermanfaat sekali... kebetulan anak didik ada gejala terlambat bicara. Thank you...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak Chika. Terima kasih sudah berkunjung

      Hapus
  5. Salam kenal sebelumnya ya mba.
    Terima kasih untuk infonya yg bermanfaat. Anakku si Narend usianya sdh 2 thn tapi blm bs merangkai kalimat. Skrg aku jd tau apa yg menjadi penyebabnya. Aku takut ia gejala autisme. Dan baru saja aku priksakan ke dokter anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali mbak Oline... Senang kalo tulisan ini bermanfaat. Semoga Narend cepat lancar ngomongnya ^^

      Hapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^