Rabu, 10 Februari 2016

Bahaya Pornografi: Bisa Mengakibatkan Kerusakan Otak Pada Anak dan Remaja






 

Bahaya Pornografi Bagi Anak Dan Remaja Mengakibatkan Kerusakan Otak


Bahaya pornografi sudah sedemikian masif merasuk dan merusak generasi muda. Berdasarkan sebuah penelitian 93% anak dan remaja di Indonesia telah terpapar pornografi.


Sahabat Moma, kita sadari kemajuan teknologi yang bermuka dua ini sering kali menimbulkan dilema tersendiri. Di satu sisi, kita tak ingin anak-anak kita gagap dan buta teknologi. Namun di sisi lain, berdampak pada derasnya arus informasi yang menerpa anak. 

Terpaan informasi dari berbagai arah ini kemudian berubah menjadi sebuah kebutuhan bagi anak dan remaja untuk memenuhi rasa haus akan ilmu dan pengetahuan.
Pada anak yang mempunyai daya tahan dan daya saring tinggi terhadap informasi, akan belajar memilah dan memilih informasi yang bermanfaat bagi dirinya.

Namun,seringkali yang terjadi adalah, anak terjebak pada rasa penasaran yang tinggi terhadap informasi yang membahayakan proses tumbuh kembangnya, yaitu pornografi.

Mengapa bahaya pornografi bisa merusak tumbuh kembang anak?


Sahabat Moma, ketika seorang anak terpapar pornografi, maka ia akan mengalami kerusakan pada beberapa bagian otaknya. Terutama pada anak yang belum baligh (mengalami mimpi basah).

Kerusakan yang terjadi setara dengan kerusakan yang diakibatkan oleh :benturan fisik  akibat tabrakan hebat dan kecanduan narkotika serta zat adiktif.

Celakanya, bagian otak yang pertama kali diserang oleh pornografi adalah Pre Frontal Cortex, otak  yang berada di bagian depan (tepat di kening). Otak bagian depan ini pula yang menjadi pusat dari kegiatan pengambilan keputusan dan yang bertugas mengembangkan etika. Kita tahu, etika inilah yang membuat manusia berbeda dengan hewan.

Pre Frontal Cortex ( otak bagian depan)sebagai pusat pengambilan keputusan memiliki tugas-tugas mengatur hal-hal berikut :
  •  Daya konsentrasi
  •  Kemampuan membedakan benar dan salah
  •  Kemampuan merencanakan masa depan
  •  Kemampuan berpikir kritis
  • Kemampuan menunda rasa senang dan kepuasan

Bahaya pornografi pada otak bagian depan ini terjadi akibat melimpahnya hormon-hormon yang dihasilkan tubuh akibat paparan pornografi dan memasuki otak hingga akhirnya merusak dan membuat perkembangan otak bagian depan ini terhenti. 

Hormon baik yang rusak akibat terpapar pornografi


DR. Randall F.Hyde, Ph.D, seorang psikolog dari Amerika, dalam sebuah seminar parenting menyebutkan dampak buruk pornografi bagi para anak dan remaja adalah merusak 4 macam hormon baik dalam tubuh yang bekerja secara terus-menerus.

1. DOPAMINE
Hormon ini adalah hormon yang bekerja dengan cara menimbulkan sensasi rasa puas, senang, bahagia. Hormon ini cenderung membuat orang  merasa ketagihan yang kadarnya selalu mengalami peningkatan.

Pada anak yang belum terpapar pornografi, hormon ini bersifat baik. Hormon ini menumbuhkan semangat dan rasa senang belajar serta rasa tidak puas untuk mereguk ilmu sebanyak-banyaknya.

Misal, anak yang baru bisa membaca akan terus membaca setiap menemukan tulisan. Ia merasa senang dan puas dengan kepintarannya membaca. Hormon dopamine mendorongnya untuk terus meningkatkan bacaannya. Dari buku-buku sederhana menjadi buku yang lebih kompleks muatannya.

2. NEUROPINIPHRIN
Cara kerja hormon ini adalah  dengan cara membuat orang selalu berpikir, membayangkan berbagai peluang untuk memuaskan hasratnya. 

Bayangkan bila seorang anak dan remaja mengalami kerusakan hormon neuropiniphrin. Tentulah ia tidak bisa berpikir jernih, malas belajar, malas berpikir, malas berkreasi karena segala hal selalu berujung pada seks.

3. SEROTONIN
Hormon ini membuat seseorang merasa tenteram dan tenang jika melakukan aktivitas tertentu. 

Dalam kondisi normal, hormon  ini bisa membuat seorang anak melakukan banyak hal positif. Memiliki hobi dan kebiasaan positif  yang  menimbulkan rasa damai, tidak saja bagi dirinya melainkan juga bagi orangtuanya.

Namun, pornografi  telah merusak kerja homon ini dengan membuat korban merasakan ketentraman hanya setelah berhasil melakukan kegiatan seks. 

4. OKSITOSIN
Jika ada yang bertanggung jawab akan tumbuhnya rasa cinta dan  kasih sayang yang kita miliki,  maka hormon oksitosin inilah penyebabnya. Dengan adanya hormon oksitosin dalam tubuh, kita bisa merasakan indahnya cinta dan lembutnya kasih sayang. Sehingga kita bersemangat menjalani hari demi hari. 

Dan bagaimana dengan anak yang terpapar pornografi?


 Hormon ini akan bekerja secara membabi buta menumbuhkan rasa cinta pada pemuasan seksual tanpa mempedulikan rasa malu, hilangnya  rasa takut pada orangtua, bahkan Penciptanya.

Rusaknya hormon-hormon yang sejatinya diletakkan Allah Swt dalam setiap diri manusia, agar kita bisa menjadi sebaik-baiknya makhluk di permukaan bumi.

 Namun, paparan pornografi yang merusak, telah menyebabkan anak dan remaja kita kehilangan orientasinya atas hidup. Mereka terjebak dalam lingkaran yang sulit untuk diatasi. 

Tanpa bantuan  kita, para orangtua dan para pemerhati anak, anak-anak yang kecanduan pornografi akan bergerak semakin jauh dan semakin dalam. Baik merusak dirinya sendiri, maupun lingkungan di sekitarnya. Naudzubillah.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan membuat kita semakin waspada akan hal-hal negatif yang menerpa anak-anak kita.
Salam.

 Referensi : Bunda Elly Risman bersama Yayasan Buah Hati

15 komentar:

  1. Harusnya hal semacam ini juga dikampanyekan di arisan atau pengajian mbak

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Udah sih di liqo2. Juga waktu seminar di DT Bandung.

    BalasHapus
  4. Ngeri ya? >.<
    Pe Er buat ortu utk membentengi pendidikan agama dan seks utk anak2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mom Aprillia... saatnya kita bekerja sama membentengi anak-anak kita.

      Hapus
  5. betuul kami dulu dapat info ini di pelatihan guru. Ngeri banget ya menjaga anak2 sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Anak-anak sekarang cobaannya jauuuuuuh lebih berat dari kita. Tambah lagi LGBT ini. Duuh...

      Hapus
  6. Semoga anak2 kita bisa memiliki benteng yang kuat terhadap bahaya pornografi ya mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... semoga Mom Nur. Terima kasih yaa

      Hapus
  7. Mengerikan ya Mbak :(
    Semoga anak2 kita terhindar dari hal ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat, Mom Mugniar.... ditambah lagi dengan maraknya LGBT ini.
      Semoga anak2 dan keluarga kita terlindungi dari bahaya pornografi ini. Aamiin

      Hapus
  8. Wih, seren banget ini mah. :(

    BalasHapus
  9. Sungguh bermanfaat sharingnya,trims mbak Liza,sudah berbagi ^_^

    BalasHapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^