Senin, 08 Februari 2016

9 Bahaya Game On line Bagi Anak



Bahaya game online yang harus diwaspadai orangtua



9 Bahaya Kecanduan Game On line


Sahabat Moma, kejahatan yang merebak di luar rumah seringkali membuat kita, merasa lebih nyaman membiarkan anak-anak kita bermain di dalam rumah. Sering kali kita pun abai terhadap bahaya game on-line terhadap anak-anak kita.


Ya. Jujur saja, sebagai seorang ibu dari para bocah yang beranjak remaja, saya pun sering kali membiarkan anak saya bermain game online. Saya merasa lebih tenang melihat mereka bermain di dalam rumah dari pada berkeliaran di luar rumah.

Namun, ketenangan ini sirna dengan semakin intensnya anak-anak bermain game. Mereka pun terlihat semakin malas bermain di luar rumah dan munculnya berbagai dampak buruk, akhirnya membuat saya mulai bersikap keras.

Saya membatasi jam-jam bermain.  Melarang bermain game on line. Dan sejumlah aturan lainnya. Namun semua itu tidak semulus yang saya sangka. Dan saya mulai merasa cemburu pada permainan game on line  itu.

Mengapa saya merasa cemburu pada game on line?


Karena saya merasa game on line mendapat perhatian yang jauh lebih besar. Jauh lebih dicintai dari pada saya, orangtuanya.

Memang, tidak semua game online bersifat negatif, ada juga juga yang bersifat edukasi. Sehingga orangtua akan merasa ‘lega’ melepas anak bermain dengan gadgetnya.

Namun selayaknya kita waspada terhadap dampak buruk game online yang kerap mengubah anak kita menjadi sosok yang tidak kita kenal.

9 Bahaya  Game On line


1. Malas belajar

Pada kebanyakan anak, belajar memang bukan pilihan yang menyenangkan, dan tentu saja bermain game online merupakan salah satu kegiatan yang mengasyikkan. Akibatnya dapat dipastikan, anak semakin malas belajar.

2. Pikiran terpusat pada game

Permainan ini mengakibatkan otak anak terus bekerja. Bahkan ketika  tidur pun otak anak bekerja untuk terus-menerus meningkatkan levelnya di dunia game.

3. Berbohong

Rasa takut yang muncul pada anak akibat bertentangan pada orangtua akan membuat anak ringan berbohong demi meneruskan hobinya itu.

4. Mencuri

Game online menyediakan ruang-ruang transaksi yang bisa membuat anak mendapatkan uang, sekaligus kehilangan uang dalam jumlah besar. Untuk memuaskan rasa penasarannya, ia akan mencari celah untuk mencuri uang demi membeli fasilitas dalam permainan tersebut.

5. Malas melakukan aktivitas lain

Tidak ada kegiatan apa pun yang menarik, terkecuali bermain game online. Saya teringat sebuah tayangan tentang kematian anak remaja yang kecanduan game online setelah bermain lebih dari 24 jam non stop. Mengerikan sekali, bukan?

6. Mengikis rasa empati

Anak yang tumbuh dalam asuhan game online cenderung agresif dan kehilangan empati terhadap sesama. Karena senantiasa melakukan adegan kekerasan dalam kehidupan virtualnya.

7. Kehilangan kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi

Kebiasaan menghabiskan waktu dalam dunia game akan membuat anak-anak gagap ketika harus berhadapan dengan orang lain. Mereka merasa tak nyaman dan tak terbiasa menjalin komunikasi dengan teman-temannya. Mereka cenderung tumbuh menjadi anak tertutup dan penyendiri.

8. Timbulnya masalah fisik

Posisi tubuh anak yang cenderung sama selama berjam-jam akan menghambat pertumbuhan tulang anak, berisiko menyebabkan obesitas serta menimbulkan kerusakan yang cepat pada mata.

9. Pornografi

Game online sangat lekat dengan tayangan pornografi. Dalam bentuk yang paling ringan, gambar-gambar seronok tampil sebagai pembuka. Dalam bentuk game tentu lebih banyak lagi jenis permainan 'mengerikan' bertema pornografi.

Mom,  apa selama ini  kita memberikan kebebasan seluas-luasnya pada anak dan tidak pernah mengawasi jenis permainan anak, maka sangat mungkin, selain kecanduan game online mereka pun kecanduan pornografi.

Mencegah jauh lebih mudah daripada mengobati


Sahabat Moma, upaya menyembuhkan anak dari kecanduan game online tidaklah mudah. Kerusakan yang ditimbulkan tak kalah bahayanya dengan kecanduan narkoba. Bahkan setara dengan tabrakan hebat yang membuat kerja otak menjadi terhambat.
(akan saya bahas pada tema pornografi) 

 Sebelum semua menjadi terlambat, cegahlah. Karena jauh lebih mudah apabila kita mencegahnya sejak dini. Sungguh, Mom, kita tidak perlu menunggu anak berubah menjadi sosok yang tidak kita kenal, baru melakukan tindakan .
Semoga bermanfaat!





9 komentar:

  1. Semoga anak-anak bisa "say no to game online" ya bund...
    Ngeriiiii baca dampaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mom, lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya.
      bila kita tidak bisa mengontrol dengan ketat, mengatakan : Tidak, jelas lebih baik.

      Hapus
  2. Jelas bermanfaat ini mbak, makasih banget...

    Sulung saya termasuk yang doyan banget nge-game online. Tapi sejauh ini, karena sayanya masih terbatas wawasan, saya paling sering cuma ingatkan: ati2, interaksi itu baiknya ya sama benda hidup, jangan benda mati kayak internet gitu (nomer 7)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mom. Sering-sering mengingatkan, sering mengawasi dan sering menjalin komunikasi dengan si sulung yaaa...

      Hapus
  3. Alhamdulillah sejauh ini anak-anak saya lebih suka main hujan-hujanan atau nongkrong di pinggir rel kereta dari pada nongkrong depan hp ^_^. Makasih Mom buat pencegahan, berarti saya kudu luangkanb lebih banyak waktu ya buat nemenin main. Biar teralihkan. Sukses terus ya Mom

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sukses terus juga ya Mom Dina mengawal putra-putrinya ^_^
      Terima kasih sudah mampir..

      Hapus
  4. Anakku gak terlalu suka ngegame, malah sukanya liat film dan youtube -,-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah rezeki banget tuh mbak Nisa :)

      Hapus
    2. Wah rezeki banget tuh mbak Nisa :)

      Hapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^