Jumat, 26 Februari 2016

5 Cara Mengatasi Flu Singapura



Flu singapura terlihat dari munculnya bintik gelembung kecil di beberapa bagian tubuh





Jadi ceritanya, akhir pekan kemarin anak saya, Arsyad,  usia 5 tahun, mengalami demam tinggi yang tidak saya ketahui sebabnya. Mungkin karena ini adalah anak kelima, saya tidak terlalu cemas bila anak mengalami demam. 


Biasanya saya akan menunggu beberapa hari untuk membawanya ke dokter.  Saya memang tak terbiasa  langsung memberikan obat turun panas ketika anak mengalami demam.  O ya, untuk urusan yang satu ini, saya sebetulnya  punya alasan khusus. Yang membenarkan ‘kemalasan’ ini.

Saya pernah baca di sebuah artikel, panas itu adalah reaksi alami tubuh yang terjadi ketika ada sesuatu yang mengancam, yang bisa diakibatkan serangan kuman, bakteri, maupun virus.

 Tindakan selalu terburu-buru memberi obat turun panas akan menyebabkan antibodi anak tidak terkembang  dengan baik. Kurang lebih seperti itu deh, yang jelas cocok banget sebagai alibi pembelaan diri. 

Seperti biasa, saya mencoba mencari sebab yang memungkinkan anak saya terserang demam setinggi itu tanpa rasa panik yang berlebihan. Prinsipnya, bila panasnya tidak turun dalam 3 hari, baru saya boleh cemas. Toh,  tes darah pun hanya bisa dilakukan setelah anak demam 3 hari,  baru bisa diketahui sebabnya.

 Atau, panasnya sangat tinggi secara terus-menerus, maka apa boleh buat, saya akan meminumkan obat penurun panas pada anak. Meski itu penuh perjuangan. (karena anak saya sulit minum obat) 

Nah, ternyata keesokan harinya, tubuh anak saya sudah kembali normal. Sedikit hangat sih, tapi tidak sampai panas. Ia pun tetap lincah dan bersemangat bermain. Makan pun tetap bagus. Saya pikir, semua baik-baik saja.

Saya mulai merasa bingung saat ia menunjukkan bintik-bintik kecil di lengannya. Seperti herpes,  tapi tidak mengumpul pada satu lokasi melainkan menyebar. Mirip seperti cacar, tapi dengan ukuran yang lebih kecil.

Semula sempat terpikir itu adalah herpes. Sementara suami saya menduga, itu adalah akibat alergi, karena memang anak ini punya riwayat alergi ikan,  dan mirip juga dengan penampakan alergi. 

Tetapi, dugaan ini saya tolak karena kebetulan sudah beberapa pekan kami tidak mengkonsumsi ikan. Herannya, anak saya tetap lincah bermain. Seolah tidak terganggu dengan binti-bintik gelembung  yang muncul di lengannya.

Kening saya mulai berkerut ketika hari menjelang sore, anak saya ini mulai terlihat sulit melangkah.. Rupanya, ada beberapa bintik yang muncul di telapak kaki. Dan itu membuatnya kesulitan berjalan.

 Saya pun mulai memeriksa seluruh tubuhnya. Dan terkejut ketika mendapati bintik-bintik menjadi jauh lebih banyak hanya dalam  hitungan jam. Ada beberapa bintik di punggung dan dada, tetapi lebih banyak di bagian lengan dan kaki.

Saat itu juga saya putuskan untuk membawanya berobat. Apa pun diagnosa dokter nantinya, yang jelas ia harus diobati.

*
“Kena flu singapura,” jelas dokter umum yang memeriksa anak saya.  Sesaat setelah memeriksa bagian tangan, kaki dan mulutnya. Yang membuat lega, menurut dokter yang jadi langganan keluarga kami sejak belasan tahun ini, virus ini tidak membahayakan.

 Hanya saja terlambat penangan akan membuat anak  kesulitan makan dan minum akibat radang yang terdapat di area mulut. Sehingga harus menjalani opname di rumah sakit. Dokter menunjuk ke arah rongga mulut anak yang memerah  seperti sariawan.

Dokter ini pun menjelaskan, virus ini kebanyakan menyerang anak-anak dikarenakan daya tahan tubuh anak masih rendah. Meskipun tidak membahayakan jiwa seperti halnya flu burung, bila terlambat ditangani akan membuat anak  kesulitan makan dan minum,  akibat radang yang terdapat di area mulut. 

Kondisi seperti inilah yang  membuat anak harus menjalani opname  untuk menghindari dehidrasi dan dampak lanjutan. 
Flu singapura juga muncul di kaki


Mengapa disebut flu singapura?


Sahabat Moma, sebetulnya flu singapura ini sudah ada sejak tahun 1996, dan berasal dari Singapura. Penyakit influenza yang disebabkan oleh virus RNA ini sempat mewabah di Singapura pada tahun 2000.

Kondisi ini membuat  pemerintah setempat menghimbau agar seluruh restoran siap saji, tempat bermain anak-anak dan kolam renang tutup sementara. Pada saat itu ratusan sekolah taman-kanak-kanak dan pusat perawatan anak diliburkan.

5 cara bila anak terkena flu singapura


1. Jangan panik

Ketika anak terserang flu singapura, Moma tidak perlu merasa panik. Meskipun anak mengalami demam tinggi, virus RNA tidak menyebabkan kematian seperti halnya flu burung.
Hanya diperlukan penanganan yang tepat agar anak tidak mengalami sakit yang berkelanjutan.

2. Berobat

Sahabat Moma, satu-satunya cara melawan virus adalah meningkatkan daya tahan tubuh. 

Virus merupakan satu kondisi di antara makhluk hidup dan mati. Ia berpindah melalui udara dan  cairan tubuh. Pada kondisi menguntungkan ia akan hidup dan berkembang dalam tubuh. Namun, pada kondisi tidak menguntungkan ia akan mengkristal dan menetap di jaringan-jaringan tubuh.

Seperti halnya virus influenza, virus flu singapura ini hanya bisa dilawan dengan pulihnya daya tahan tubuh.

Berobat akan membuat kita tersugesti, meskipun obat antivirus yang dokter berikan tak lebih dari multivitamin yang baik bagi anak. Dan jangan tolak bila dokter memberikan antibiotik, sebab ada kalanya penurunan daya tahan tubuh anak disebabkan oleh hal-hal lain. Misalnya, batuk.

3. Beristirahat yang cukup

Kondisi tubuh akan cepat pulih bila kita beristirahat. Begitu pula anak-anak. Paksalah mereka untuk tidur siang, meski pun pada anak-anak tertentu sulit sekali diterapkan.

4. Jaga asupan makan dan minum

Makan dan minum merupakan salah satu senjata untuk melawan penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh  anak. Makanan dan minuman yang baik dan menyehatkan merupakan senjata paling ampuh untuk melawan virus.

5. Karantina

Virus flu singapura sangat mudah menular. Selain melalui udara, percikan ludah dan cairan tubuh lainnya, virus ini pun bisa menyebar melalui sentuhan kulit dan penggunaan barang secara bersama.

Mengingat anak-anak sangat rentan tertular flu singapura, maka karantina yang kita lakukan akan membuat anak-anak lain terlindungi. Dan menghindarkan lingkungan dari wabah flu singapura.

Nah, Sahabat Moma, semoga informasi ini bermanfaat.







22 komentar:

  1. Bermanfaat banget mbak.. Untung Aqeela cepet pulihnya, bintil"nya belum sempat menjalar ke area mulut yg bikin dia susah makan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena cepat ditangani, daerah mulut relatif lebih aman. Sama kayak Arsyad dan Zidna, meskipun banyak bintil di tangan dan kaki, alhamdulillah, bagian mulutnya aman.

      Hapus
  2. Wah, mksh infonya, bermanfaat sekali Mom Liza :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... :)
      Lagi musim penyakit ini Mbak Fit.

      Hapus
  3. Nama lain flu singapura tu sama dgn HFMD bukan ya mbak? Hand foot n mouth disease?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kayaknya, soalnya wilayah yang kena serangan memang daerah tangan, kaki dan mulut.

      Hapus
  4. gatel gak mba? semoga sehat terus ya dede arsyad

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas mau kering gatel-gatel sih. Saya kasih minyak tawon dan minyak but-but. Alhamdulillah terbantu banget. jadi cepet kering dan mengurangi gatel.

      Hapus
  5. Waaah serem juga ya bu virusnya. Semoga kita senantiasa dilindungi Allah swt ya, aamiin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayaaan... karena cepet banget nyebarnya. Jangan sampai kena wilayah mulut, karena jadi semakin susah proses penyembuhannya.

      Hapus
  6. cara karantina arsyad sama zidna gimana mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya dilarang keluar rumah aja. Kalo di dalam rumah sih masih boleh beraktivitas. Tapi gak boleh keluar. Kalo lagi ada orang, ke teras rumah pun gak boleh.
      Jadi selama sakit, gak boleh main ke luar, gak ada acara jalan-jalan, minum harus dipisah. kek gitu-gitu, Mbak Wit.
      Aku memang selalu menerapkan itu dari dulu.

      Hapus
  7. aku baru denger lho mba kalau ada flu singapura ini. Wah informasi bagus.
    Penularannya bagaimna itu mba ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penularannya via udara, sentuhan kulit atau kena percikan ludah, Mbak Laili.
      Btw, makasih udah mampir ^_^

      Hapus
  8. Anak temen ku ada bebrapa yang kena virus ini makasih tipsnya ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang lagi musim nih Mba.
      Makasih atas kunjungannya yaa

      Hapus
  9. sekarang flu itu macem2 ya mba.. dari nama hewan sampe negara ada.. weleh weleh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi semua sama kok, disebabkan oleh virus.
      Dan daya tahan tubuh adalah kunci agar tak terkena flu.

      Hapus
  10. Pernah denger soal ini, tapi gak tau gela dan lainnya. Sangat membantu buat ibu-ibu seperti saya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.... makasih yaa udah mampir

      Hapus
  11. ih baru tau deh ada flu seperti ini, makasih ya kak infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2.
      Makasih udah mampir. Semoga bermanfaat ^_^

      Hapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^