Sabtu, 02 Januari 2016

Periodical Paralysis, Kelumpuhan Sementara Akibat Kurang Kalium

 Apa boleh buat, liburan kali ini ternyata harus kami lewati di rumah saja. Diawali dengan demam tinggi yang menyerang Arsyad, dan diakhiri dengan sakit dialami suami saya akibat kekurangan kalium yang menyebabkan tubuhnya mengalami kelumpuhan total yang bersifat sementara (periodical paralysis)


Antara sedih dan lucu melihatnya.
Bayangkan, untuk membalikkan telapak tangan saja ia memerlukan perjuangan besar. Apalagi menggaruk bagian tubuh yang terasa gatal--itu pasti menjadi sebuah kemewahan baginya.
Lucu, karena biasanya upaya itu berujung pada kesia-siaan dan berakhir pada ucapan memelas : "tolong dong garukin kening sebelah kiri."

Kondisi ini tidak terlalu mengejutkan bagi saya sekarang, meski tetap khawatir. Namun setidaknya pengalaman mendampingi suami yang memiliki penyakit unik membuat saya lebih tangguh daripada 7 tahun silam.



Kalium dan Kelumpuhan


Apa sih hubungan kalium dengan kelumpuhan? Mungkin kita lebih familiar dengan kata kalsium, yang kita tahu amat penting bagi pertumbuhan dan kekuatan tulang bagi tubuh kita. Namun kalium, apa manfaatnya bagi tubuh?



Sejujurnya, saya juga baru menginsyafi manfaat kalium setelah suami saya diserang oleh penyakit aneh yang mengkhawatirkan sekitar  7 tahun lalu. Dimulai dengan munculnya rasa pegal pada sendi-sendi yang kemudian diikuti dengan kegagalan urat syaraf untuk memberi perintah pada anggota tubuh.

Hal ini tentu saja mengkhawatirkan. Saya khawatir suami mengalami kelumpuhan permanen seperti yang dialami oleh Alm. Pepeng. Begitu juga kekhawatiran lain yang muncul akibat ketidaktahuan kami akan penyakit yang menyerang suami.

Alhamdulillah, betapa leganya  ketika dokter mengatakan suami saya hanya mengalami hipokalemia (kondisi di mana otot tubuh tidak mampu menyerap kalium) sehingga mengakibatkan kelumpuhan yang bersifat periodik (sementara). 
(-Sementara GBS yang menyerang Pepeng alm. disebabkan oleh virus yang memakan sel-sel otot.
Kelumpuhan sementara ini akan segera hilang apa bila tubuh sudah bisa mengatasi kekurangan kalium ini dengan melakukan beberapa tindakan.-) Namun, penyakit ini akan kembali menyerang apabila menemukan kondisi tubuh yang memungkinkan.

Lucunya, ketika kami menanyakan apa penyebab munculnya penyakit ini, dokter malah balik bertanya, "apa yang Anda lakukan/konsumsi sebelum diserang penyakit ini?"
Kami sempat merasa tak nyaman ketika itu, lantas dokter spesialis syaraf itu pun menjelaskan, bahwa, penyakit ini tidak memiliki penyebab yang jelas. Ada yang disebabkan karena mengkonsumsi makanan pedas, kelelahan, bahkan  ada juga karena terkena AC (belakangan, saya mendapati tetangga saya mengalami hipokalemia gara-gara berada dalam ruangan ber-AC)

Kesimpulannya, dokter mengatakan, untuk penyebab, kami harus mencari tahu sendiri hal-hal apa saja yang menyebabkan kondisi hipokalemia ini. Karena, dengan mengetahui penyebabnya, kita bisa menghindari dan mencegah kelumpuhan -- yang meskipun --sementara, namun sangat mengganggu.

Akhirnya, setelah merunut-runut beberapa kejadian yang menyebabkan kondisi serupa, kami menyimpulkan rasa lelah yang berlebihan-lah yang menjadi pemicu hipokalemia pada suami.

Lantas, untuk menghindari rasa lelah apakah suami saya berhenti bekerja?
Ohoho, tentu saja tidak seperti itu, sodara-sodara.

Suami saya tetap bekerja. Bahkan seringkali terlalu keras hingga beberapa kali sempat mengalami kelumpuhan, meski tidak berat. Dengan memperhatikan gejala-gejala yang diberikan oleh tubuh.

Apa gejala-gejalanya?

1. Rasa pegal yang berlebihan di bagian kaki
2. Nyeri dipersendian
3. Sulit mengendalikan anggota tubuh seperti telapak kaki, lantas merambat naik ke bagian atas tubuh.
4. Sulit menggerakkan seluruh anggota tubuh.
5. Kelumpuhan total.

Dalam sebuah artikel yang saya baca, pada kasus berat, kekurangan kalium ini bisa berakibat fatal karena menyerang otot jantung dan berujung pada kematian.

Bagaimana cara mengatasi tanpa harus menjalani rawat inap di rumah sakit? 

Cara mengatasi hipokalemia :


1. Mengkonsumsi KSR (Potassium Chloride 600mg). (Hati-hati, tidak boleh sembarangan mengkonsumsi potassium, karena ini merupakan salah satu bahan baku pembuatan bom)
2. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalium seperti : pisang (terutama pisang ambon hijau/lumut) dan kurma.
3. Beristirahat  total (atau terpaksa beristirahat total, karena memang tidak bisa melakukan gerakan, hehehe)
4. Istigfar dan berdoa (menyadari bahwa kita hanyalah makhluk tanpa daya yang banyak memiliki kesalahan, Dan, bahwa, tanpa pertolongan Allah Swt, kita tidak bisa berbuat apa-apa)

Begitulah...
Semoga catatan ordinary mom ini bermanfaat bagi pembaca. Dan terima kasih atas kunjungannya.
















9 komentar:

  1. subhanallah.. baru tau klo hipokalemia bisa menyebabkan lumpuh sementara.. thanks sharingnya, Mak Liza.. dan salam kenal ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ternyataaa, Mak Annisa. Salam kenal juga dan makasih atas kunjungannya :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Aamiin... makasih ya jeng Sri tuk doa dan kunjungannya.

      Hapus
  3. klo ga salah temenku ada yang kayak gini, mb. sampe pernah minum air kelapa beberapa liter sehari untuk menggantikan obat dokter, sekadar untuk menyembuhkan sementara. sampai beberapa bulan baru bisa normal. ternyata bisa kambuh lagi ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Ila. Bisa kambuh lagi. Jadi harus menghindari pemicunya. Tiap orang pemicunya berbeda-beda

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Terimakasih, mbak Lisa...Tulisan ini memberi Semangat untuk saya 😇 Ternyata Bukan hanya Saya yang Sedang di uji mendapat Penyakit ini 3 tahun lebih saya menikmati Penyakit ini,,kalau boleh tau Apa Ginjal Suami mbak Dalam kondisi yang Normal?kalau kata Dokter Ginjal saya Bocir sehingga kalium Selalu terbawa urine.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkenan mampir, Mbak Dwi. Semoga tetap semangat ya. Suami saya ginjalnya gak bermasalah. Dan hanya disapa oleh penyakit ini bila dalam kondisi tubuh letih dan stres tinggi. Dalam kondisi biasa, tetap beraktivitas seperti biasa.

      Hapus

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^