Minggu, 24 Januari 2016

Kurang Kalium Penyebab Kelumpuhan Sementara ?

Tubuh kita memerlukan banyak sekali mineral untuk menggerakkan fungsi-fungsi tubuh dalam jumlah yang sudah ditentukan. Dalam kondisi kurang atau lebih, mineral ini akan berdampak pada kinerja tubuh seperti kekurangan atau kelebihan kalium yang berakibat pada gagalnya simpul-simpul syarat menerima pesan.



Apa sih kalium itu?

Kalium atau potasium merupakan salah satu mineral penting yang membantu mengatur fungsi jantung, tekanan darah dan aktivitas otot. Selain itu, kalium juga diperlukan untuk metabolisme karbohidrat dan protein dan membantu menjaga asam-basa yang tepat dalam tubuh.

Ketika tubuh kita kekurangan kalium, atau  ketika otot-otot tubuh tidak dapat menyerap kalium dengan baik, maka tubuh kita akan sulit untuk digerakkan, bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan sementara. Kondisi ini disebut  paralisis periodik hipokalemia (periodic paralysis) 

Kelumpuhan sementara? 

Ya. Sebab tubuh akan kembali normal bila asupan kalium dalam darah cukup dan dapat diserap dengan baik oleh otot. Resiko menjadi lebih besar apabila terjadi komplikasi dan kelumpuhan parah yang menyerang otot pernapasan dan mengganggu kerja jantung.

Menurut Genetic Home Reference, paralisis periodik hipokalemia adalah suatu kondisi yang menyebabkan episode kelemahan otot yang ekstrim, biasanya dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja.

Dampak yang timbul adalah tubuh menjadi lemas, kurang bertenaga, kram otot, gangguan pencernaan, detak jantung abnormal. Tidak jarang menyebabkan kelumpuhan berat pada penderita.
Serangan yang menyebabkan kelumpuhan yang  bisa berlangsung dari jam ke hari, hingga mingguan dan bulanan ini bisa terjadi secara tiba-tiba.

Bisa juga disebabkan oleh faktor-faktor seperti kelelahan setelah bekerja keras, penyakit virus dan obat-obatan tertentu yang menyebabkan otot tubuh sulit menyerap kalium. Sehingga kalium terbuang melalui urin dan saluran cerna.

Ketika serangan ini terjadi, langkah yang harus kita ambil adalah berobat ke dokter. Sebab bila dibiarkan akan menimbulkan komplikasi yang bisa membahayakan jiwa. Yaitu apabila sudah menyebabkan gangguan kelumpuhan pada saluran napas dan otot jantung.

Paralisis periodik ini bersifat genetik dan diperkirakan 1 dari 100.000 orang diperkirakan mengalaminya. Dan pria di usia produktif cenderung lebih sering mengalami gejala penyakit ini.

Sekalipun tidak bisa dicegah, namun kita bisa meminimalisir munculnya penyakit ini dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu.

Tindakan untuk menghindari munculnya gejala paralisis periodik hipokalemia :

1.   Konseling  genetik
Konseling ini amat dianjurkan  bagi pasangan yang berisiko mengalami penyakit genetis ini.
2.    Mengkonsumsi makanan kaya kandungan kalium
Kita juga juga bisa menghindari munculnya gejala yang menyebabkan kelumpuhan ini dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung kalium.
Contohnya air kelapa hijau, pisang ambon, kurma yang mengandung kalium dalam jumlah tertinggi. Selain itu kalium pun terdapat pada alpukat, melon, tomat, buncis, kacang-kacangan, sayuran, ikan dan daging sapi.
3.  Olahraga ringan 
Olahraga ringan seperti jogging secara teratur setiap akhir pekan atau 2-3 kali dalam seminggu bisa menjadi pilihan untuk Anda.

4. Memperhatikan gejala-gejala yang pernah muncul sebelumnya dan beristirahat.
Seperti kesemutan pada tungkai kaki dan lengan dan segera mengkonsumsi obat yang telah diresepkan oleh dokter.

Semoga bermanfaat ...

 Artikel ini pernah dipublikasikan di web parenting theAsianParents.com

 
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Moma, saya akan senang sekali bila Anda berkenan menitipkan jejak pada kolom komentar.
Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Bila tetap dilakukan, dengan terpaksa saya akan menghapus komentar tersebut.
Semoga silaturahmi kita terus terjaga.
Terima kasih... ^_^